TPP Bangka Tengah Dipotong 11,5 Persen

    Foto: Ratusan CPNS saat diambil sumpah dan dilantik jadi PNS. (Ist)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah memastikan akan memotong Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) sebesar 11,5 persen. Kebijakan itu diambil lantaran Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Transfer ke Daerah (TKD) juga menurun sebesar Rp115 Miliar.

    Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman mengatakan selama menjabat sebagai bupati, ia mengaku TKD kali ini merupakan yang tersendeh.

    “Sepertinya kita harus memotong TPP Pegawai sebesar 11,5 persen karena defisit 30 miliar, TKD yang menurun bahkan terendah dari 7 tahun ini selama saya jadi Bupati. Termasuk juga karena PAD kita menurun. Sehingga langkah ini harus kita ambil,” ungkapnya Algafry, Jumat (28/11/2025).

    Pihaknya masih bisa menutupi defisit Rp 30 miliar dengan Silpa (sisa lebih pembiayaan anggaran) namun untuk memperbaiki neraca keuangan 2026 pihaknya masih harus memotong TPP ASN sebesar 11,5 persen.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kalau memang harus memotong TPP maka 11,5 persen adalah angka maksimal pemotongan yang boleh dilakukan oleh badan anggaran dan tidak boleh dari itu. Namun jika kita mampu tingkatkan PAD maka TPP itu tidak akan kita kurangi,” ungkapnya.

    “Tapi ingat ya ini masih prediksi terburuk karena kita masih defisit dan transfer ke daerah yang menurun besar. Jadi kita hanya bisa tingkatkan PAD jika tak mau ada pemotongan TPP, ” lanjutnya.

    Algafry berharap, pihaknya dapat keluar dari bercanda keuangan yang kurang stabil ini dan bisa memberikan kesejahteraan bagi masyarakat dan pegawai yang ada di Bangka Tengah.

    Space Iklan/0853-1197-2121
    Mungkin Suka Ini juga:
    Kapolres Bangka Tengah Gandeng Wartawan, Call Center 110 Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat untuk Warga

    Kapolres Bangka Tengah Gandeng Wartawan, Call Center 110 Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat untuk Warga

    Kebakaran Hutan Eks PT Kobatin Nyaris Sambangi Sekolah dan Labkesmas, Api Sempat Muncul di Dua Titik

    Kebakaran Hutan Eks PT Kobatin Nyaris Sambangi Sekolah dan Labkesmas, Api Sempat Muncul di Dua Titik

    Paripurna Istimewa HUT ke-172 Kota Koba Sepi, Hanya 19 dari 30 Anggota DPRD Hadir

    Paripurna Istimewa HUT ke-172 Kota Koba Sepi, Hanya 19 dari 30 Anggota DPRD Hadir

    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    KOBALORASI #4 Siap Guncang Alun-Alun Koba! Lima Malam Penuh Hiburan, UMKM, hingga Jejak Sejarah Kota

    Selisih Harga TBS Disorot, Petani Minta Dugaan Potongan DO Ditertibkan

    Selisih Harga TBS Disorot, Petani Minta Dugaan Potongan DO Ditertibkan

    SK Dispertan dan Harga DO Berbeda, Petani Sawit Bangka Tengah Keluhkan Potongan Rp50/Kg

    SK Dispertan dan Harga DO Berbeda, Petani Sawit Bangka Tengah Keluhkan Potongan Rp50/Kg