
“InsyaAllah, gedung inilah yang akan menjadi pemicu masyarakat kita agar gemar membaca dan ke perpustakaan dengan semua fasilitas termasuk ruang khusus difabel, ” ujar Algafry.
Algafry mengungkapkan, jika gedung perpustakaan ini selesai makan gedung lama akan dibuat semacam galeri museum yang menceritakan tentang sejarah yang ada di Bangka Tengah ini.
“Gedung lama memang bukan perpustakaan, tapi kita sulap jadi perpustakaan. Itu kan heritage nya kita. Jadi wajar saja kita perlu gedung perpustakaan yang sebenarnya, ” ujarnya.
“Kalau gedung ini sudah ada, kita akan buat banyak event dan juga taman bermain agar masyarakat lebih senang datang ke perpustakaan, ” tutup Algafry.