Tak Ada Kompensasi, Warga Parit Pekir Tolak Pelebaran Jalan

    Foto: Kepala Bappeda Babel, Fery Insani (kanan) ditemani Kepala Dinas PU Babel.

    SUNGAILIAT, INTRIK.ID — Warga Parit Pekir Sungailiat menolak adanya pelebaran Jalan Tanjung Pesona yang akan dilaksanakan akhir Februari 2021 nanti.

    Salah satu warga, Adi mengatakan pihaknya tidak akan mengizinkan pelebaran jalan jika tidak ada ganti rugi bangunan yang terdampak.

    “Kalau hanya tanah silahkan saja tapi kalau ada bangunannya kami minta ganti rugi,” ungkapnya setelah menghadiri sosialisasi pelebaran jalan di Cafe Kong Dji Sungailiat, Rabu (27/1/2021).

    Baca juga: Kades Bukit Layang : Walau Pun Jalan Rusak, Tapi Warga Kami Taat Pajak

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Ia meminta pihak pemerintah bisa membangun ulang bangunan yang terkena dampak pelebaran jalan nanti.

    “Saya rasa rata-rata yang terkena ini pagar, jadi kami minta pihak pemerintah bisa membangun ulang pagar-pagar ini nanti,” tambahnya.

    Ayah dua anak ini juga menambahkan bahwa pemerintah seharusnya bisa memikirkan masyarakatnya terlebih lagi pada saat pandemi Covid-19 seperti saat ini.

    “Waktu sosialisasi tadi bupati bangka bilang pemerintah sulit mendapatkan dana karena pandemi, tapi kami masyarakat justru lebih sulit lagi. Apalagi nanti ditambah harus membangun ulang pagar rumah pakai dana pribadi,” tegas Adi.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Sementara itu, Kepala Bappeda Bangka Belitung, Fery Insani mengatakan pihaknya tidak bisa memberikan ganti rugi dikarenakan masih masuk dalam ruang milik jalan (rumija).

    “Bangunan itu di rumija karena memang tidak boleh membangun di rumija. Kalau nanti memang ada yang terkena, kami akan tinjau dulu,” ungkapnya.

    Ia mengatakan program pelebaran jalan tersebut sudah didampingi oleh BPKP yang akan melihat dan mengaudit.

    Baca juga: Saat Melintas Jalan , Pengendara Sepeda Motor Ditimpa Pohon Karet

    Fery juga mengatakan jalan dari simpang perahu hingga lintas timur tersebut akan dilebarkan dari 4,5 meter menjadi 7 meter dengan panjang 8,5 KM.

    “Jalan inikan akses masuk kawasan pariwisata karena ada pantai, rumah sakit, kampus dan nanti fakultas kedokteran juga disana,” tegas mantan sekda bangka itu.(int)

    Mungkin Suka Ini juga:
    Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan

    Temuan BPK, Pantai Romodong, Matras hingga Tirta Tapta Pemali Ternyata Masih Kawasan Hutan

    Katanya Tambang Timah Dipemali Telan Tujuh Orang Korban Ilegal, Namum Muncul Slip Pembayaran Berlogo PT Timah?

    Katanya Tambang Timah Dipemali Telan Tujuh Orang Korban Ilegal, Namum Muncul Slip Pembayaran Berlogo PT Timah?

    Uji Nyali TI Rajuk Alur Muara Air Kantung Masih Beraktivitas , Formanpis : Kami akan Turunkan Nelayan Menertibkannya

    Uji Nyali TI Rajuk Alur Muara Air Kantung Masih Beraktivitas , Formanpis : Kami akan Turunkan Nelayan Menertibkannya

    Sebelum Mutasi 160 Pegawai, Fery Insani Akui Banyak yang WA

    Sebelum Mutasi 160 Pegawai, Fery Insani Akui Banyak yang WA

    Seluruh Camat dan 15 Lurah Diganti, Bupati Bangka: Bukan Dibuang

    Seluruh Camat dan 15 Lurah Diganti, Bupati Bangka: Bukan Dibuang

    Formanpis Minta Pihak Berwenang Tertibkan, Aktivitas TI Rajuk di Dalam Alur Muara Air Kantung

    Formanpis Minta Pihak Berwenang Tertibkan, Aktivitas TI Rajuk di Dalam Alur Muara Air Kantung

      Ikuti kami di Facebook