Sindir Pemkab Soal Banjir Koba, Ketua DPRD Bateng: Malu Saya dapat Laporan Warga Terus!

    Caption: Batianus.

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bangka Tengah, Batianus, melontarkan kritik pedas terhadap lambannya penanganan banjir di Kota Koba. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah segera melakukan langkah konkret dan berhenti memberikan solusi jangka pendek yang tidak menyentuh akar masalah.

    ​Batianus menilai, Kota Koba merupakan “wajah” atau ikon Kabupaten Bangka Tengah yang seharusnya memiliki tata ruang dan perencanaan matang, bukan justru menjadi langganan banjir tahun ke tahun.

    ​Nada bicara Batianus meninggi saat menceritakan keluhan konstituennya yang tak kunjung usai. Ia mengaku merasa terbebani secara moral karena masalah yang dilaporkan warga selalu sama dari tahun ke tahun tanpa ada penyelesaian permanen.

    ​”Masyarakat itu kalau telepon, saya sebenarnya malu. Tapi mereka mau mengadu ke mana lagi? Masalah banjir di Koba ini lagu lama. Kita butuh tindakan konkret: laporan masuk, petakan, tindak lanjut, dan aksi nyata,” tegas Batianus di Koba, Rabu (13/5/2026).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    ​Satu fakta mengejutkan diungkapkan Batianus terkait tingkat keputusasaan masyarakat. Menurutnya, sejumlah warga bahkan sudah menyatakan kesediaan untuk menghibahkan tanah pribadi mereka secara cuma-cuma demi pelebaran saluran air atau siring.

    ​”Bayangkan, seputus asa apa masyarakat kita sampai mau hibahkan tanahnya untuk pelebaran siring. Ini sinyal kuat bahwa mereka sudah lelah dengan kondisi ini. Masalahnya mudah dipetakan, tinggal kemauan pemerintah untuk merencanakan dan mengeksekusinya,” tambahnya.

    ​Lebih lanjut, politisi ini meminta Pemkab Bangka Tengah untuk berhenti mengedepankan bantuan seremonial seperti pembagian paket sembako saat banjir terjadi. Baginya, warga lebih butuh kepastian bahwa rumah mereka tidak akan terendam lagi.

    ​”Jangan hanya solusi jangka pendek seperti sembako. Kita butuh solusi jangka panjang melalui perbaikan tata ruang dan normalisasi drainase. Malu kita, kota yang kita banggakan sebagai ikon Bangka Tengah ini malah terus-terusan banjir,” pungkasnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    ​Hingga berita ini diturunkan, masyarakat Kota Koba masih menantikan langkah strategis dari dinas terkait untuk merealisasikan pemetaan dan perbaikan sistem drainase di titik-titik rawan genangan. (*)

     

    Mungkin Suka Ini juga:
    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM

    PWI Bangka Tengah dan Bank Sumsel Babel Cabang Koba Perkuat Kolaborasi Dukung Pembangunan Daerah

    PWI Bangka Tengah dan Bank Sumsel Babel Cabang Koba Perkuat Kolaborasi Dukung Pembangunan Daerah

    Kejari Bangka Tengah Lelang Mobil APV dan 1,3 Ton Pasir Timah, Catat Jadwalnya!

    Kejari Bangka Tengah Lelang Mobil APV dan 1,3 Ton Pasir Timah, Catat Jadwalnya!