
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – PT Timah menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka Tengah terkait konsultasi multipihak dalam penyusunan Rencana Induk Program Pengembangan Masyarakat (PPM). Pertemuan ini berlangsung di ruang rapat VIP Kantor Bupati Bangka Tengah, Kamis (7/5/2026).
Program PPM ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas masyarakat, baik secara individu maupun kolektif. Fokus utamanya adalah mendorong kemandirian ekonomi dan sosial masyarakat di wilayah operasional perusahaan.
Staf Ahli Bupati Bangka Tengah, Tamimi, menyampaikan bahwa pemerintah daerah memiliki target spesifik pada berbagai sektor, mulai dari kesejahteraan sosial, ekonomi kerakyatan, UMKM, hingga kesehatan.
”Kami sangat membutuhkan peran pihak ketiga dalam membangun masyarakat. Namun, saya meminta agar program PPM PT Timah dapat berjalan selaras dengan target yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Bangka Tengah,” ujar Tamimi.
Ia juga menekankan pentingnya sinergitas yang kuat antara perusahaan negara tersebut dengan pemerintah daerah demi kemajuan masyarakat setempat.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengembangan Masyarakat PT Timah, Dina, menjelaskan bahwa pihaknya telah menyiapkan 8 pilar utama PPM. Pilar-pilar tersebut disusun mengacu pada RPJMD Bangka Tengah agar tercipta harmonisasi kebijakan.
Adapun kedelapan pilar tersebut meliputi:
”PPM ini bertujuan untuk memastikan bahwa kehadiran aktivitas pertambangan memberikan dampak positif dan nyata bagi kesejahteraan masyarakat sekitar,” ungkap Dina.
Dina menegaskan bahwa sebagai perusahaan milik negara, PT Timah berkomitmen untuk selalu hadir memberikan pelayanan terbaik. “Program ini sebenarnya sudah berjalan dan tersebar di seluruh wilayah Bangka Tengah. Kehadiran kami saat ini adalah untuk melanjutkan serta mengoptimalkan program yang sudah ada agar lebih tepat sasaran,” pungkasnya.