
INTRIK.ID, BANGKA TEGAH– Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) meminta Bangka Tengah untuk menuntaskan masalah anak tidak sekolah dan putus sekolah akibat ekonomi, tidak ada kelas dan tidak termotivasi untuk tetap sekolah.
Hal itu diungkapkan, DR, Cipto Sunkoco M. Pd selaku kepala BPMP (Balai Penjaminan Mutu Pendidikan ) Provinsi Bangka Belitung sebagai perwakilan kementerian di ruang rapat Bupati di Koba, Senin (4/5/2026).
“Kami dari kementerian inginkan Bangka Tengah menuntaskan masalah anak putus sekolah dan anak tidak mau sekolah bahkan anak tidak sekolah karena ekonomi, ” tegasnya.
Pihaknya juga sudah mensosialisasikan program wajib sekolah 12 tahun di beberapa tempat di Bangka Belitung dan Bangka Tengah termasuk tertinggi untuk anak usia 5 tahun yang sudah sekolah.
“Bangka tengah termasuk yang bagus untuk anak sekolah umur diatas 5 tahun yang manjadi nomor 3 tertinggi anak sekolah diatas 5 tahun. Namun perlu diingat masih ada anak yang putus sekolah mana harus di 0 kan, ” ungkapnya.
Pihaknya juga meminta agar dinas terkait untuk kembali menata guru karena masih banyak guru yang mengajar diluar keahliannya dan juga masih banyak guru yang belum sertifikasi.
“Bangka Tengah juga kami lihat banyak guru yang mengajar bukan sesuai gelarnya dan masih banyak guru belum sertifikasi. Jadi kami minta dorongan dari dinas terkait untuk menata hal ini, ” jelasnya.
Sementara itu, Sekertaris Daerah Bangka Tengah Ahmad Syaifuloh Nizam mengatakan, sektor pendidikan memang jadi prioritas di Bangka Tengah. Untuk itu, pihaknya sudah mendapatkan perintah dari Bupati Bangka Tengah untuk segera tuntaskan masalah pendidikan.
“Sektor pendidikan sudah menjadi prioritas pemerintah. Tentu kami pemerintah atas perintah pak Bupati akan segera tuntas masalah anak putus sekolah maupun anak tidak sekolah, ” ucapnya singkat.