Anggaran Jalan ‘Disunat’ Rp6 Miliar, DPUTR Bangka Tengah Putar Otak Atasi Lubang

    Caption: Fani Hendra Saputra.

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Kualitas infrastruktur jalan di Bangka Tengah kini dipertaruhkan. Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Bangka Tengah mengungkapkan adanya efisiensi anggaran hingga 27 persen untuk pemeliharaan jalan pada tahun anggaran 2026 ini.

    ​Pemangkasan tersebut berdampak signifikan terhadap kemampuan finansial dinas. Dari kebutuhan ideal perbaikan jalan sebesar Rp20 miliar per tahun, DPUTR harus kehilangan dana segar hampir Rp6 miliar akibat kebijakan efisiensi tersebut.

    ​Kepala DPUTR Bangka Tengah menegaskan bahwa setiap penundaan perbaikan jalan akan berakibat pada pembengkakan biaya di masa depan. Kerusakan jalan bersifat progresif dan tidak bisa menunggu lama untuk dieksekusi.

    ​”Kita butuh Rp20-an miliar setahun. Bayangkan 27 persen dikurangi, jadi kita sudah kehilangan hampir Rp6 miliar,” ungkapnya saat diwawancarai di Pangkalan Baru, Selasa (12/5/2026).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    ​Ia memberikan perumpamaan teknis mengenai kecepatan kerusakan aspal. “Kalau tertunda bulan depan, laporan yang tadinya hanya kerusakan 1 meter bisa melebar jadi 2 meter. Makanya harus ada terobosan baru agar laporan masyarakat langsung dikerjakan,” tegasnya.

    ​Dengan anggaran yang terbatas, DPUTR kini menerapkan skala prioritas yang sangat ketat. Fokus utama diarahkan pada jalur-jalur utama masyarakat yang menjadi urat nadi ekonomi Bangka Tengah.

    ​Selain itu, DPUTR juga mulai melirik kontribusi sektor swasta. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Komisi III DPRD untuk membahas perusahaan-perusahaan yang dinilai minim kontribusi terhadap perbaikan jalan daerah, meskipun pemerintah telah menerima Dana Bagi Hasil (DBH) sawit sebesar Rp2 miliar.

    ​”DBH sawit itu belum cukup. Kami juga masih mengusahakan perbaikan jalan dan jembatan pasca-bencana alam beberapa waktu lalu,” tambahnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    ​Sebagai langkah penyelamatan, DPUTR Bangka Tengah kini tengah melobi pemerintah pusat untuk mendapatkan bantuan tambahan. Urgensi ini didorong oleh status Bangka Tengah yang sempat dilanda bencana alam, yang mengakibatkan beberapa infrastruktur vital mengalami kerusakan berat dan memerlukan penanganan segera di luar kemampuan APBD saat ini. (*)

     

    Mungkin Suka Ini juga:
    Musda IV KAHMI Bangka Tengah Digelar, Momentum Tentukan Arah Organisasi

    Musda IV KAHMI Bangka Tengah Digelar, Momentum Tentukan Arah Organisasi

    Ribuan Warga Belum Bekerja, Program Ketenagakerjaan Bateng Dipertaruhkan

    Ribuan Warga Belum Bekerja, Program Ketenagakerjaan Bateng Dipertaruhkan

    4.749 Penganggur di Bangka Tengah, Mini Job Fair Buka 151 Lowongan

    4.749 Penganggur di Bangka Tengah, Mini Job Fair Buka 151 Lowongan

    1.000 Pelari Siap Kuasai Koba, Healing Run 2026 Bawa Misi Sport Tourism

    1.000 Pelari Siap Kuasai Koba, Healing Run 2026 Bawa Misi Sport Tourism

    Mobil Damkar Pangkalan Baru Tua dan Rusak, Kini Harus “Ditarik” Armada Lebih Kecil

    Mobil Damkar Pangkalan Baru Tua dan Rusak, Kini Harus “Ditarik” Armada Lebih Kecil

    BAST & NPHD IJD 2023 Ditandatangani, Bangka Tengah Terima Hibah Jalan Senilai Rp69 Miliar

    BAST & NPHD IJD 2023 Ditandatangani, Bangka Tengah Terima Hibah Jalan Senilai Rp69 Miliar

      Ikuti kami di Facebook