Defisit Drainase 40%, Kelurahan Berok ‘Tenggelam’ dalam Janji Manis Sejak 2010

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Data teknis mengungkap fakta pahit di balik banjir menahun yang merendam Kelurahan Berok, Kecamatan Koba. Berdasarkan analisis curah hujan dari BMKG Stasiun Koba, sistem drainase di wilayah tersebut tercatat mengalami defisit kapasitas lebih dari 40 persen.

    ​Kondisi ini menyebabkan hujan kategori “sedang” dengan intensitas 20-30 mm/jam—yang seharusnya mampu ditampung drainase normal—sudah cukup untuk merendam RT 02 dan RT 04 setinggi mata kaki orang dewasa hanya dalam waktu 15 menit.

    ​Ironisnya, krisis infrastruktur ini dibiarkan tanpa solusi permanen selama 15 tahun. Rizal (42), warga RT 04, menggambarkan betapa lambannya respons pemerintah melalui pertumbuhan anaknya.

    ​“Sudah 15 tahun kami mengeluh. Dari zaman anak saya SD sampai sekarang sudah kuliah, Berok tetap banjir. Kami cuma dikasih bantuan pompa portabel kalau sudah darurat, itu bukan solusi,” ketus Rizal kepada intrik.id, Selasa (12/5/2026).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    ​Warga mengaku telah menempuh seluruh jalur formal, mulai dari Musrenbang, audiensi kelurahan, hingga surat resmi ke Dinas PUPR Bangka Tengah. Namun, tindakan nyata yang terlihat hanyalah normalisasi saluran sesaat yang kembali dangkal dalam waktu singkat.

    ​Salah satu poin yang paling disorot warga adalah rencana pembangunan kolam retensi yang sempat mencuat pada tahun 2018. Delapan tahun berlalu, proyek yang digadang-gadang menjadi penawar banjir itu tak kunjung menampakkan wujudnya.

    ​“Katanya mau dibangun kolam retensi dari 2018, sampai sekarang gambarnya saja tidak ada,” tambah Rizal.

    ​Masalah kian pelik karena posisi Kelurahan Berok yang berada di dataran rendah. Saat hujan deras, air dari kawasan yang lebih tinggi mengalir deras ke Berok, sementara saluran induk menuju muara mengalami pendangkalan parah dan penyempitan akibat bangunan di bantaran.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    ​Bosan dengan janji-janji lisan, warga kini mendesak Pemkab Bangka Tengah untuk membuka Masterplan Drainase Kecamatan Koba secara transparan kepada publik. Mereka ingin kepastian hukum dan anggaran terkait penanganan banjir yang komprehensif, bukan sekadar penanganan darurat tiap musim hujan.

    ​Hingga berita ini diturunkan, Lurah Berok belum memberikan keterangan resmi terkait mandeknya usulan pembangunan kolam retensi maupun solusi jangka panjang untuk warga Berok. (*)

     

    Mungkin Suka Ini juga:
    Musim Kemarau, Armada Damkar dan BPBD Bangka Tengah Terbatas, Warga Minta Respons Bencana Diperkuat

    Musim Kemarau, Armada Damkar dan BPBD Bangka Tengah Terbatas, Warga Minta Respons Bencana Diperkuat

    Mobil Kopdes Merah Putih Tiba di Bangka Tengah, Namang Jadi Desa Pertama yang Terima

    Mobil Kopdes Merah Putih Tiba di Bangka Tengah, Namang Jadi Desa Pertama yang Terima

    Lomba Bertutur Digelar, Bupati Algafry Dorong Anak Bangka Tengah Cerdas dan Cinta Budaya

    Lomba Bertutur Digelar, Bupati Algafry Dorong Anak Bangka Tengah Cerdas dan Cinta Budaya

    Dosen Unmuh Babel Sosialisasikan Pentingnya Legal Awareness bagi Anak Putus Sekolah

    Dosen Unmuh Babel Sosialisasikan Pentingnya Legal Awareness bagi Anak Putus Sekolah

    Klarifikasi Pemkab: Penutupan Peliputan Rakor Pemberantasan Korupsi Merupakan Permintaan KPK

    Klarifikasi Pemkab: Penutupan Peliputan Rakor Pemberantasan Korupsi Merupakan Permintaan KPK

    Kapolres Bangka Tengah Gandeng Wartawan, Call Center 110 Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat untuk Warga

    Kapolres Bangka Tengah Gandeng Wartawan, Call Center 110 Jadi Garda Terdepan Layanan Darurat untuk Warga

      Ikuti kami di Facebook