
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Mahalnya harga pupuk nonsubsidi membuat banyak petani mengakali agar mendapat pupuk bersubsidi untuk tanaman diluar perkebunan dan hortikultura atau 9 tanaman ketahanan pangan.
Pasalnya, akibat program pemerintah yang menghapus pupuk bersubsidi untuk tanaman sawit, lada dan karet membuat petani kecil berkeluh kesah.
Bahkan, beberapa petani berpura-pura menanam cabai, tebu dan lainnya agar mendapat pupuk subsidi untuk perkebunan sawit mereka.
Mawar (nama samaran) misalnya, pupuk subsidi yang ia dapatkan dari kelompok taninya itu tidak ia gunakan untuk kebun cabainya melainkan dialihkan ke kebun sawitnya.