
Merasa curiga, korban mencoba menelpon pihak kecamatan Kelapa Kampit untuk konfirmasi kebenaran kedua pelaku tersebut namun tidak mendapatkan jawaban yang pasti.
Tak habis akal, korban kemudian menelpon saudaranya yang bekerja di Pemkab Beltim untuk menanyakan identitas dari kedua pelaku.
Dari hasil konfirmasinya, kedua pelaku ternyata tidak terdaftar di Dinkes Beltim dan bahkan tidak ada program pendataan penyakit stroke ke rumah warga.
Korbanpun langsung menelpon nomor handphone pelaku yang diberikan saat menawarkan pengobatan namjn tidak aktif.
Merasa ditipu, korban langsung melaporkan ke Polres Beltim untuk segera ditindaklanjuti.