
Ia mengungkapkan, pengembangan teknologi pengolahan REE selama ini masih menjadi tantangan karena banyak dikuasai negara lain.
“Teknologi pengolahan ini sangat strategis dan selama ini banyak dikunci negara lain,” katanya.
Sementara itu, Direktur Utama PT Timah, Restu Widiyantoro mengatakan, kerja sama tersebut membuka peluang besar bagi PT Timah untuk naik kelas dari sekadar penghasil timah menjadi pemain penting industri mineral strategis dunia.
“Selama ini PT Timah fokus mengelola bijih timah untuk ekspor. Sekarang kami punya kesempatan meningkatkan nilai tambah melalui pengembangan hilirisasi mineral strategis,” ujarnya.
Menurut Restu, slag hasil produksi timah yang sebelumnya dianggap sisa produksi ternyata memiliki nilai ekonomi sangat besar jika dikelola dengan teknologi tepat.
Dukungan terhadap kerja sama ini juga datang dari MIND ID. Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin menegaskan pengelolaan mineral strategis harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi negara.