PT GPL Tampung 500 Ton Satu Hari TBS Petani Mandiri

    Caption : Suasana antrian mobil truk bermuatan Tandan Buah Segar Sawit saat mau masuk pabrik pengolahan CPO

    BANGKA. RIAU SILIP. INTRIK.ID – Petani sawit mandiri yakni petani tidak termasuk dalam program plasma. Kendati demikian Tandan Buah Segar ( TBS ) kelapa sawit petani mandiri, tetap dibeli perusahaan pengelola Crude Palm Oil (CPO ).

    Seperti disampaikan Humas PT. Gunung Pelawan Lestari ( PT. GPL ) Supriono, Rabu ( 12/10/2022) sore usai menghadiri penyerahan CSR oleh Koperasi Sawit Silip Lestari.

    “Untuk TBS Petani Mandiri PT. GPL tetap menampung, artinya kalau TBS sesuai standar pabrik ya masuk. Kapasitas tampung TBS sawit mandiri berkisar antara 300 sampai 500 ton satu hari. Jika kapasitas tampung sudah terpenuhi kita stop dulu, maksudnya silahkan masuk lagi besoknya. Bukan tidak dibeli,” kata Supriono.

    Ditanya soal harga TBS sawit petani mandiri, Supriono mengatakan harga cukup baik.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Pemegang Delivery Order ( DO ) TBS Sawit mandiri kalau tidak salah ada 7 orang, nah soal harga TBS sawit mandiri sekarang tembus RP 2010 perkilogram. Akan tetapi untuk TBS plasma binaan PT. GPL mungkin ada perbedaan tetapi tidak begitu signifikan,” tutupnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Didampingi Kejati Babel, PT Timah dan Pemkab Bangka Sepakati Pemanfaatan Lahan Bersama di Kawasan Jelitik

    Didampingi Kejati Babel, PT Timah dan Pemkab Bangka Sepakati Pemanfaatan Lahan Bersama di Kawasan Jelitik

    Laba TINS Tembus Rp1,31 Triliun

    Laba TINS Tembus Rp1,31 Triliun

    Investor Diajak Intip Langsung Proses Bisnis PT Timah

    Investor Diajak Intip Langsung Proses Bisnis PT Timah

    Guru Sering Berhadapan Dengan Hukum, Gandeng PGRI Bangka YLBH LSS  Siap Berikan Perlindungan

    Guru Sering Berhadapan Dengan Hukum, Gandeng PGRI Bangka YLBH LSS Siap Berikan Perlindungan

    Ini Langkah PT Timah Jaga Lingkungan

    Ini Langkah PT Timah Jaga Lingkungan

    Perjalanan Eka Widiastuti di TSL Ausmelt PT Timah

    Perjalanan Eka Widiastuti di TSL Ausmelt PT Timah