Dari 500 Benih hingga Panen Ratusan Kilo, Nelayan Sawang Laut Bangun Harapan Baru Lewat Kakap Putih

    INTRIK.ID, KARIMUN – Tiga tahun lalu, budidaya kakap putih hanya sebatas cerita dan angan-angan bagi nelayan di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat. Kini, impian itu perlahan menjadi sumber penghasilan baru setelah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tuah Bersatu berhasil mengembangkan usaha budidaya kakap putih dengan pendampingan PT Timah (Persero) Tbk.

    Berawal dari rasa penasaran setelah melihat berbagai informasi tentang budidaya kakap putih, para nelayan yang tergabung dalam Pokdakan Tuah Bersatu memberanikan diri mencoba menebar ratusan benih pada 2022. Langkah kecil itu menjadi titik awal lahirnya alternatif ekonomi baru bagi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan laut.

    Ketua Pokdakan Tuah Bersatu, Amran, mengatakan kelompoknya mulai serius mengembangkan budidaya kakap putih setelah mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari PT Timah serta Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam.

    “Awalnya kami hanya tahu dari cerita dan informasi yang kami lihat. Setelah mendapatkan pembinaan, kami mencoba menebar 500 benih kakap putih dan berhasil panen sekitar 210 kilogram. Dari situ kami semakin yakin bahwa budidaya ini punya peluang besar,” ujarnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Keberhasilan panen perdana menjadi suntikan semangat bagi kelompok tersebut untuk meningkatkan skala usaha. Mereka kemudian mengembangkan budidaya hingga ribuan benih dan mulai merasakan manfaat ekonomi yang lebih nyata.

    Namun perjalanan itu tidak selalu berjalan mulus. Biaya pakan yang tinggi, keterbatasan pengetahuan teknis, hingga cuaca ekstrem menjadi tantangan yang harus dihadapi para pembudidaya.

    Salah satu ujian terberat terjadi pada 2025 ketika suhu panas ekstrem memengaruhi kondisi tambak. Saat itu, kelompok juga belum memiliki peralatan memadai untuk memantau kualitas air secara optimal.

    “Kami sempat mengalami kendala besar karena cuaca panas dan keterbatasan alat. Tapi berkat pendampingan yang terus diberikan, kami tidak menyerah dan terus belajar memperbaiki sistem budidaya,” kata Amran.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Kini, Pokdakan Tuah Bersatu mulai mengadopsi sistem bioflok sebagai upaya meningkatkan produktivitas dan meminimalkan risiko budidaya. Metode tersebut dinilai mampu membantu menjaga kualitas lingkungan budidaya sehingga tingkat keberhasilan pemeliharaan ikan menjadi lebih baik.

    Bagi para nelayan, keberadaan budidaya kakap putih bukan hanya soal tambahan pendapatan, tetapi juga tentang membuka peluang ekonomi baru yang lebih stabil di tengah ketidakpastian hasil tangkapan laut.

    “Kalau melihat ke belakang, dulu kami hanya punya keinginan. Sekarang lokasi budidaya sudah produktif. Apa yang kami cita-citakan sudah sekitar 70 persen terwujud. Alhamdulillah, pendampingan yang diberikan sangat membantu perkembangan kelompok kami,” ungkapnya.

    Selain mendampingi budidaya kakap putih, PT Timah juga menjalankan berbagai program pemberdayaan lain di Desa Sawang Laut, mulai dari kelompok pengolahan terasi, hidroponik, peternakan unggas, bank sampah hingga pembibitan mangrove.

    Menurut Amran, berbagai program tersebut telah memberikan dampak yang dirasakan langsung oleh masyarakat desa, baik dari sisi ekonomi maupun pembangunan sosial.

    “Manfaatnya bukan hanya untuk kelompok kami. Banyak masyarakat yang merasakan dampak dari berbagai program yang dijalankan. Harapan kami, dukungan seperti ini terus berlanjut sehingga semakin banyak potensi desa yang bisa berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (*)

    Sumber: PT Timah Tbk

    Mungkin Suka Ini juga:
    Berawal dari Rumah, Rizky Parfume Kini Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan

    Berawal dari Rumah, Rizky Parfume Kini Raup Omzet Puluhan Juta per Bulan

    Berawal dari Kebun KWT, Sabun Daun Sirih Bunda Fresh Bersiap Naik Kelas

    Berawal dari Kebun KWT, Sabun Daun Sirih Bunda Fresh Bersiap Naik Kelas

    ESG Jadi Senjata Baru Industri Tambang, PT Timah Tingkatkan Kompetensi Karyawan

    ESG Jadi Senjata Baru Industri Tambang, PT Timah Tingkatkan Kompetensi Karyawan

    Mitra Usaha PT Timah Perkuat Kepatuhan Regulasi, Bimtek Standarisasi Pertambangan Disambut Antusias

    Mitra Usaha PT Timah Perkuat Kepatuhan Regulasi, Bimtek Standarisasi Pertambangan Disambut Antusias

    16 UMKM Mitra PT Timah Naik Kelas pada 2025

    16 UMKM Mitra PT Timah Naik Kelas pada 2025

    Omzet Tembus Rp10 Juta per Pameran, UMKM Mitra PT Timah Raup Peluang Besar di Belitung Expo 2026

    Omzet Tembus Rp10 Juta per Pameran, UMKM Mitra PT Timah Raup Peluang Besar di Belitung Expo 2026