
INTRIK.ID, KARIMUN – Tiga tahun lalu, budidaya kakap putih hanya sebatas cerita dan angan-angan bagi nelayan di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat. Kini, impian itu perlahan menjadi sumber penghasilan baru setelah Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Tuah Bersatu berhasil mengembangkan usaha budidaya kakap putih dengan pendampingan PT Timah (Persero) Tbk.
Berawal dari rasa penasaran setelah melihat berbagai informasi tentang budidaya kakap putih, para nelayan yang tergabung dalam Pokdakan Tuah Bersatu memberanikan diri mencoba menebar ratusan benih pada 2022. Langkah kecil itu menjadi titik awal lahirnya alternatif ekonomi baru bagi masyarakat pesisir yang selama ini bergantung pada hasil tangkapan laut.
Ketua Pokdakan Tuah Bersatu, Amran, mengatakan kelompoknya mulai serius mengembangkan budidaya kakap putih setelah mendapatkan pendampingan dan pelatihan dari PT Timah serta Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam.
“Awalnya kami hanya tahu dari cerita dan informasi yang kami lihat. Setelah mendapatkan pembinaan, kami mencoba menebar 500 benih kakap putih dan berhasil panen sekitar 210 kilogram. Dari situ kami semakin yakin bahwa budidaya ini punya peluang besar,” ujarnya.
Keberhasilan panen perdana menjadi suntikan semangat bagi kelompok tersebut untuk meningkatkan skala usaha. Mereka kemudian mengembangkan budidaya hingga ribuan benih dan mulai merasakan manfaat ekonomi yang lebih nyata.