Program ASN Belanja di Pasar Hanya Seremoni, Pedagang Keluhkan Sepi Pembeli

    Foto: Bupati dan forkopimda Bangka Tengah saat sidak di Pasar Modern Koba. (Ist)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pedagang pasar Modern Koba keluhkan sepinya pembeli. Bahkan pukul 10.00 WIB, pasar terbesar di ibu kota Kabupaten Bangka Tengah itu sudah tak ada lagi transaksi jual beli.

    Salah satu pedagang, Slamet (28) mengatakan kondisi itu sudah dirasakannya sejak beberapa bulan terakhir dan diperparah dengan banyaknya PHK yang terjadi di Bangka Tengah.

    “Biasannya jam 11 pasar masih ada pembeli, ini jam 10 aja udah sepi. Ini saja saya siap-siap mau beresin dagangan udah sepi,” ucapnya, Jumat (24/5/2024).

    Ia mengatakan selain banyaknya PHK yang terjadi di Bangka Tengah, harga bahan pokok yang sempat naik juga menjadi alesan penurunan pembeli.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Memang udah lumayan sepi, tapi adanya PHK masal ini malah memperburuk keadaan yang ada. Dan saya yakin itu dikeluhkan oleh semua pedagang,” ungakapnya.

    Saat ditanyai apakah ada kebijakan pemerintah, Slamet mengaku hanya ada kebijakan belanja saja, namun tidak saat ini sudah berhenti.

    “Beberapa waktu lalu ada PNS belanja, tapi ini gak ada lagi gaungnya. Gak tau kebijakan apa nanti,” tandasnya.

    Sementara itu, Iswati (49) warga Padang Mulia yang juga merupakan pedagang sayur mengaku hampir ingin bunuh diri lantaran ekonomi yang buruk sekarang ini.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Saya hampir mau bunuh diri bang. Dagangan sepi, saya janda, motor masih nyicil dan rumah ngontrak. Mana saya juga gak ada bantuan sama gak ada kebijakan pemerintah yang membantu,” ujarnya.

    Iswati juga menyebutkan, ASN belanja di pasar yang digaungkan oleh Pemerintah seperti hanya ceremoni saja dan tidak ada tindakan konkrit yang membuat masyarakat bisa menumbuhkan ekonominya.

    “Kemaren-kemaren masih ada. Sekarang udah ilang program itu. Terus harus ada kebijakan yang baik dari Bupati lah bukan hanya sekedar acara ceremoni. Minta tolong kami ini ke pemerintah, ” ujarnya.

    Iswati berharap, pemerintah dapat membantu meringankan beban masyarakat bukan hanya ceremoni saja.

    Dari pantauan intrik.id di lapangan, terlihat pembeli memang sudah sepi sejak pukul 10.00 WIB. Bahkan, banyak pedagang yang sudah memberesi dagangannya lantaran pedagang yang sepi.

    Sementara itu, Ali Imron selaku asisten III Pemda Bangka Tengah hanya menyarankan untuk masyarakat menambah soft skil agar bisa bersaing.

    “Pemerintah sudah memfasilitasi masyarakat agar bisa berkembang ke dunia digital dan menambah soft skil. Dan itu salah satu upaya dari kebijakan kami, ” jelasnya singkat.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Omzet Turun 50 Persen, Pesanan dari PT Timah Jadi Penopang UMKM Pempek Udang di Pangkalpinang

    Omzet Turun 50 Persen, Pesanan dari PT Timah Jadi Penopang UMKM Pempek Udang di Pangkalpinang

    149 Ribu Jam Belajar dalam Setahun, PT Timah Siapkan Regenerasi Pemimpin dari Dalam Perusahaan

    149 Ribu Jam Belajar dalam Setahun, PT Timah Siapkan Regenerasi Pemimpin dari Dalam Perusahaan

    Dari 500 Benih hingga Panen Ratusan Kilo, Nelayan Sawang Laut Bangun Harapan Baru Lewat Kakap Putih

    Dari 500 Benih hingga Panen Ratusan Kilo, Nelayan Sawang Laut Bangun Harapan Baru Lewat Kakap Putih

    Hubungan Industrial Baru PT Timah Dimulai, PKB 2026-2028 Resmi Ditandatangani

    Hubungan Industrial Baru PT Timah Dimulai, PKB 2026-2028 Resmi Ditandatangani

    Dari Nol hingga Punya Identitas Sendiri, Rumah Batik Kundur Bangun Harapan Baru Ekonomi Kreatif

    Dari Nol hingga Punya Identitas Sendiri, Rumah Batik Kundur Bangun Harapan Baru Ekonomi Kreatif

    PT Timah Raih Penghargaan Nasional, Dinilai Sukses Bangun Reputasi dan Dampak Media Positif

    PT Timah Raih Penghargaan Nasional, Dinilai Sukses Bangun Reputasi dan Dampak Media Positif