
Ia menyebut kebutuhan darah di Kota Pangkalpinang sangat tinggi. Berdasarkan laporan Sekretaris PMI Pangkalpinang, rata-rata kebutuhan mencapai 50 kantong per hari.
“Ini luar biasa. PMI memegang peran sangat strategis. Kalau ada kejadian luar biasa terkait kebutuhan darah atau rujukan dari kabupaten di luar Pangkalpinang selalu ke rumah sakit di kota ini. Mulai dari RSUD Provinsi, RS Bakti Timah, RS Depati Hamzah, sampai RS Primaya. Dan rujukannya tetap ke PMI Kota Pangkalpinang,” jelas Agustu.
Soal pendanaan, PMI Kota Pangkalpinang tahun ini mendapat hibah dari Pemkot sebesar Rp200 juta yang masih dalam proses verifikasi.