Pertumbuhan Ekonomi di Bangka Tengah Alami Perlambatan

    Foto: Kepala Bappeda Bangka Tengah, Joko Triadhi.

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) memprediksi tahun 2024 ini akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi, berkisar 0,5 hingga 1 persen.

    Hal ini diungkapkan Kepala Bappeda Bangka Tengah, Joko Triadhi kepada awak media pada Kamis, (12/9/2024) di kantornya.

    “Untuk tahun 2024, kami memperkirakan akan terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi, kalau tahun 2023 kita mengalami pertumbuhan 5,16 persen, sedangkan untuk tahun ini kita perkirakan tumbuhnya diangka 0,5 sampai 1 persen,” ungkapnya.

    Dikatakam Joko, pertumbuhan ekonomi ini untuk tingkat Kabupaten, biasanya diukur setahun sekali, sedangkan di Provinsi diukurnya per triwulan, setiap 3 bulan sekali dihitung pertumbuhannya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Melihat angka pertumbuhan provinsi yang di triwulan II kemarin hanya tumbuh 1,03 persen, maka kami perkirakan Bangka Tengah, juga sedikit dibawah angka tersebut,” terangnya.

    Kata Dia, antara data di Provinsi dengan Kabupaten ada korelasi, karena sumber pertumbuhan, baik yang di Provinsi dengan Kabupaten/Kota relatif sama.

    “Kita ini masih sama-sama bergantung pada sektor pertambangan industri pengolahan, dalam hal ini Kelapa Sawit, kemudian pertanian/perkebunan, yang saya rasa kita juga terimbas dari kondisi perkebunan sawit yang saat ini hasil produksinya relatif berkurang,” tuturnya.

    Menurut Joko, harus diakui bahwa Bangka Tengah masih sangat bergantung terhadap sektor pertambangan.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kalau kita melihat, suka tidak suka, harus kita akui Bangka Tengah masih bergantung pada sektor pertambangan, PDB kita kurang lebih 11 hingga 12 persen kontribusinya,” terangnya.

    Joko menyebut, sektor pertambangan mempunyai dampak dan korelasi dengan sektor yang lainnya. Seperti industri pengolahan misalnya, ketika pertambangan tidak jalan, maka pengolahan juga sama.

    Sehingga, korelasi-korelasi tersebut juga berimbas ke sektor perdagangan yang berkontribusi paling tinggi terhadap PDB dengan nilai sekitar 17 persen.

    “Ketika dua sektor yang cukup banyak diusahakan masyarakat tidak berjalan baik maka perdagangan akan turun, karena permintaan akan barang dan jasa berkurang,” pungkasnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Musda IV KAHMI Bangka Tengah Digelar, Momentum Tentukan Arah Organisasi

    Musda IV KAHMI Bangka Tengah Digelar, Momentum Tentukan Arah Organisasi

    Ribuan Warga Belum Bekerja, Program Ketenagakerjaan Bateng Dipertaruhkan

    Ribuan Warga Belum Bekerja, Program Ketenagakerjaan Bateng Dipertaruhkan

    4.749 Penganggur di Bangka Tengah, Mini Job Fair Buka 151 Lowongan

    4.749 Penganggur di Bangka Tengah, Mini Job Fair Buka 151 Lowongan

    1.000 Pelari Siap Kuasai Koba, Healing Run 2026 Bawa Misi Sport Tourism

    1.000 Pelari Siap Kuasai Koba, Healing Run 2026 Bawa Misi Sport Tourism

    Mobil Damkar Pangkalan Baru Tua dan Rusak, Kini Harus “Ditarik” Armada Lebih Kecil

    Mobil Damkar Pangkalan Baru Tua dan Rusak, Kini Harus “Ditarik” Armada Lebih Kecil

    BAST & NPHD IJD 2023 Ditandatangani, Bangka Tengah Terima Hibah Jalan Senilai Rp69 Miliar

    BAST & NPHD IJD 2023 Ditandatangani, Bangka Tengah Terima Hibah Jalan Senilai Rp69 Miliar

      Ikuti kami di Facebook