
Budidaya Sirsak Madu – Sejumlah petani di Indonesia kini mulai melirik pengembangan budidaya sirsak madu. Hal ini karena sirsak madu memiliki cita rasa yang lebih manis dari sirsak biasa, serta tekstur buah yang segar.
Selain nilai jual dari buahnya, daun sirsak madu juga memiliki nilai ekonomis. Sementara biji sirsak dapat Anda kembangkan sebagai bibit. Sirsak madu terkenal memiliki daging buah yang lebih manis dan lembut dibandingkan jenis lainnya.
Baca juga: Budidaya Udang Air Tawar Gagal, Kades Namang Beri Penjelasan
Sehingga banyak menyukai jenis sirsak ini sebagai buah meja yang dimakan langsung atau diolah menjadi jus dan campuran es. Selain unggul dalam rasa, sirsak madu juga kaya akan nutrisi, terutama serat dan vitamin C, yang membuatnya semakin populer.
Buah ini memiliki tekstur duri yang lembut, menjadikannya menarik bagi banyak orang. Dalam hal budidaya, sirsak madu merupakan jenis tanaman tropis yang mudah dibudidayakan, menjadikannya pilihan yang menarik bagi para petani.
Sirsak berasal dari Karibia dan Amerika, di mana ia menjadi tanaman buah penting karena kaya nutrisi, seperti karbohidrat, vitamin C, fosfor, dan kalsium, serta serat pangan. Manfaat kesehatan dari sirsak membuatnya menjadi alternatif pilihan yang populer, ditambah harga jual yang stabil.
Setiap pohon sirsak madu dapat menghasilkan 20-30 kg buah, dengan harga mencapai Rp 65 ribu per kg. Selain buahnya, daun, biji siap tanam, dan biji siap semai juga memiliki nilai jual yang signifikan.
Budidaya sirsak dapat Anda lakukan di lahan yang cukup air, mendapat sinar matahari langsung, dan berada di dataran menengah. Penanaman bibit dari okulasi dan pemangkasan cabang dapat mempercepat proses pembuahan.
Sirsak merupakan tanaman yang tidak bergantung musim, sehingga bisa berbuah kapan saja. Hal itu menjadikannya bisnis yang menjanjikan dengan risiko kerugian rendah.
Selain untuk industri konsentrat buah, sirsak juga memiliki peluang untuk memasok pasar buah segar. Meskipun peluang untuk pasar segar lebih kecil, prospeknya tetap baik. Budidaya sirsak terbilang mudah dan dengan harga yang stabil, bisnis ini berpotensi menghasilkan keuntungan besar.
Benih sirsak madu perlu Anda rendam dalam air hangat (40-50 °C) selama 20 jam, lalu langsung Anda semai di tempat yang teduh. Setelah berkecambah, pindahkan ke area yang terang, lalu tanam dan rawat. Tunas akan muncul dalam 8-19 hari, dan tanaman bisa mulai Anda panen setelah 3-5 tahun.
Berikut adalah tahapan lengkap budidaya sirsak madu:
Sirsak madu biasanya siap panen dalam waktu 3-5 tahun setelah ditanam. Buah sirsak madu dapat Anda panen ketika kulitnya masih keras dan berwarna hijau kekuningan.
Itulah beberapa cara budidaya sirsak madu yang dapat Anda coba di rumah. Selamat mencoba!