Scroll untuk baca artikel
Bangka Tengah

Budidaya Udang Air Tawar Gagal, Kades Namang Beri Penjelasan

145
×

Budidaya Udang Air Tawar Gagal, Kades Namang Beri Penjelasan

Sebarkan artikel ini
IMG 20240118 WA0017

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Desa Namang di Kabupaten Bangka Tengah mengalokasikan dana sebesar Rp 150 juta tahun 2023 untuk program ketahanan pangan.

Program ini mencakup budidaya ayam, bebek, cabai, hortikultura, mina padi, kelompok wanita tani, dan budidaya udang.

Kades Namang Zaiwan mengatakan, program ketahanan pangan untuk desa adalah program yang memang diintruksikan pusat untuk ketahanan pangan di desa.

“Jadi alokasi ketahanan pangan 150 juta kami memang untuk kepentingan masayrakat dan juga merupakan program pusat,” ucapnya kepqda intrik.id, Kamis (18/1/2024).

Zaiwan menegaskan, dari alokasi dana ketahanan pangan untuk hortikultura, nabati dan hewani.

“Budidaya bebek, ayam, cabai, jagung, pemberdayaan kelompok tani semuanya berhasil. Hanya saja, kami ada sedikit kendala dibudidaya udang air tawar,” ujarnya.

Zaiwan melanjutkan, upaya budidaya udang di desa ini mengalami kendala, terutama karena musim kemarau yang panjang dan banyaknya serangan hama ikan delak.

“Ada alokasi untuk udang lobster air tawar yang kami alokasikan sekitat 10 persen atau sekitar 15 juta dan mengalami gagal panen karena faktor alam dan juga hama ikan delak,” ungkapnya.

Zaiwan menyebutkan, budidaya udang tersebut menghadapi kesulitan saat musim kemarau panjang melanda daerah tersebut. Air kolam tempat pengairan sawah tersebut mengalami kekeringan dan banyak hama ikan delak. Padahal, pengairam tersebut menjadi tempat budidaya udang sehingga mengalami kekeringan dan menyebabkan kematian massal udang dalam kolam.

“Kami tertarik karena desa kurau mampu dan berhasil. Kami juga sudah siapkan 2 ribu bibit diawal dan target kami 27 ribu bibit nantinya dengan menggunakan metode mina padi,” jelas Zaiwan.

Ia juga mengungkapkan keprihatinannya atas situasi ini, pihaknya sedang berupaya mencari solusi untuk mengatasi masalah ini.

Meskipun begitu, ia mengatakan program lainnya seperti budidaya ayam, bebek, cabai, hortikultura, dan mina padi di desa ini masih berjalan dengan baik. Kelompok wanita tani juga terus bekerja keras untuk memproduksi hasil pertanian dan peternakan yang berkualitas.

“Cuma program itu saja yang kami harus evaluasj kembali. Namun kami tetap optimis dengan hal itu dan akan menjadi desa dengan ketahanan pangan yang kuat di Bangka Tengah,” tegas Zaiwan

Ia berharap dapat mengatasi kendala yang ada dan tetap melanjutkan program ketahanan pangan dengan sukses.

“Pemerintah desa akan terus bekerja sama dengan kelompok tani dan petani udang untuk mencari solusi yang terbaik guna meningkatkan produksi pangan lokal dan mendorong kemandirian pangan di desa ini,” tutup Zaman.