Pembuatan Ponton di Beriga, Camat Lubuk Besar: Untuk Melihat Reaksi Warga

    Caption : Dokumentasi beberapa waktu lalu Suasana aktivitas Tambang Inkonvensional ( TI ) Lingkungan Nelayan Satu Sungailiat.

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Camat Lubuk Besar, Armansyah menilai perakitan ponton di Desa Berikat hanya untuk melihat reaksi warga terhadap tambang timah di daerahnya.

    Ia mengatakan hal tersebut terjadi setiap menjelang tahun politik.

    “Udah jadi rahasia umum setiap tahun ada saja yang sengaja bikin rusuh dan mau test ombak kali apakah masyarakat sudah menerima tambang atau belum,” ucapnya, Senin (29/5/2023).

    Armansyah menjelaskan, dirinya sudah mencoba menghubungi pihak PT Timah apakah ada kaitannya dengan aktivitas tersebut.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Setelah di klarifikasi, PT. Timah mengatakan bahwa memang mitra mereka namun sudah di blacklist dan diputus kerja sama sejak lama karena konflik internal,” lanjutnya.

    Armansyah menegaskan, jika masyarakat masih menolak tegas, maka dirinya akan selalu mendukung apapun keputusan masyarakat karena pemerintah bertugas melayani masyarakat.

    “Memang penambangan secara ilegal kita butuhkan, namun kalau itu nanti mengusik kesejahteraan masyarakat nelayan pasti ngamuk. Jadi harus dikaji ulang dan saya sebagai camat Lubuk Besar pasti akan pro ke masyarakat, ” tegasnya.

    Sementara Kades Beriga, Abdul Gani mengatakan pihak PT Timah belum pernah melakukan sosialisasi apapun terkait dengan adanya tambang di desanya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “PT. Timah yang diisukan ingin menambang disini tidak pernah sekalipun melakukan sosialisasi jadi kami pun tidak tahu benar tidaknya,” tutup Gani.

     

    Mungkin Suka Ini juga:
    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot :  Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot : Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar