
INTRIK.ID, PANGKALPINANG – Harapan baru bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mulai diwujudkan dengan peletakan batu pertama pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB) Yayasan Pembinaan Anak Cacat (YPAC) di Jalan Kelompok, Kelurahan Jerambah Gantung, Kecamatan Gabek, Kota Pangkalpinang, Senin (2/6/2026).
Pembangunan sekolah yang ditargetkan rampung dalam waktu lima bulan ke depan ini menjadi langkah penting dalam memperluas akses pendidikan inklusif bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Bangka Belitung.
Ketua YPAC Pusat, Ratna Djuita, mengatakan YPAC saat ini telah hadir di 19 kota di Indonesia dan terus berkomitmen memberikan layanan pendidikan serta pendampingan bagi anak berkebutuhan khusus beserta keluarganya.
Menurut Ratna, peran orang tua sangat penting dalam mendukung tumbuh kembang anak berkebutuhan khusus. Karena itu, YPAC tidak hanya fokus pada pendidikan anak, tetapi juga memberikan pembinaan kepada para orang tua agar mampu menjadi pendamping yang tepat bagi anak-anak mereka.
“Selain mendidik anak, kami juga memberikan pembinaan kepada orang tua agar memahami bagaimana cara mendampingi dan melayani anak berkebutuhan khusus dengan baik,” ujar Ratna.
Ia berharap pembangunan sekolah tersebut dapat selesai sesuai target sehingga proses belajar mengajar dapat segera dilaksanakan di lokasi baru yang lebih representatif.
“Mudah-mudahan dalam lima bulan ke depan pembangunan selesai dan anak-anak sudah bisa bersekolah di sini,” katanya.
Ratna menjelaskan, ke depan kawasan YPAC Pangkalpinang akan dikembangkan menjadi pusat layanan terpadu bagi anak berkebutuhan khusus. Tidak hanya menyediakan layanan pendidikan formal, tetapi juga ruang pengembangan keterampilan dan kreativitas.
Salah satu program yang telah berjalan adalah Kelas Karya, yang diperuntukkan bagi lulusan sekolah yang masih ingin mengembangkan kemampuan dan bakat mereka.
“Kami memiliki Kelas Karya untuk mewadahi anak-anak yang sudah lulus sekolah tetapi masih ingin terus berkarya. Di sana mereka bisa mengikuti berbagai kegiatan produktif sesuai minat dan kemampuannya,” jelasnya.
Selain itu, YPAC juga tengah berkoordinasi untuk membangun fasilitas serupa di Kabupaten Belitung guna mempermudah akses layanan bagi masyarakat di Pulau Belitung.
“Kami sedang menjajaki pembangunan gedung YPAC di Belitung karena kondisi geografis yang berbeda pulau dengan Bangka, sehingga masyarakat di sana juga bisa mendapatkan layanan yang sama,” tambahnya.
Acara peletakan batu pertama berlangsung penuh haru dan semangat. Anak-anak YPAC Pangkalpinang turut menampilkan Tari Sambut serta pembacaan puisi yang mendapat apresiasi dari para tamu undangan.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Pangkalpinang, Dessy Ayu Trisna, mengapresiasi dukungan Kementerian Pekerjaan Umum yang telah membantu mewujudkan pembangunan SLB YPAC di Kota Pangkalpinang.
Menurut Dessy, kehadiran sekolah tersebut menjadi bukti nyata komitmen bersama dalam memberikan hak pendidikan yang setara bagi seluruh anak tanpa terkecuali.
“Hadirnya sekolah ini merupakan langkah nyata dalam mewujudkan pendidikan yang inklusif. Setiap anak memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang layak, perhatian, dan kesempatan untuk berkembang sesuai potensinya,” ujarnya.
Ia menegaskan Pemerintah Kota Pangkalpinang mendukung keberadaan SLB YPAC dan akan berupaya menyesuaikan dukungan anggaran sesuai kemampuan daerah guna menunjang keberlanjutan layanan pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus.
“Kami berharap keberadaan SLB YPAC ini dapat menjadi rumah belajar yang nyaman bagi anak-anak berkebutuhan khusus sekaligus memperkuat layanan pendidikan inklusif di Kota Pangkalpinang,” katanya.
Pembangunan SLB YPAC Pangkalpinang diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus di Bangka Belitung, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mereka untuk tumbuh, belajar, dan berkarya secara mandiri di masa depan. (*)