Pegawai Ngeluh Disuruh Nyumbang Untuk Kurban, Padlillah: Gak Ada Paksaan

    Caption: Padlillah.

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Kebijakan Dinas Sosial dan Pemerintah Desa (Dinsos PMD) Bangka Tengah meminta ASN membayar sumbangan untuk membeli hewan kurban dikeluhkan beberapa pegawai.

    Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinsos-PMD Bangka Tengah, Padlillah membantah hal tersebut. Ia mengatakan, saat ini memang ada program Bangka Tengah berkorban yang dimana semua pejabat eselon 2, 3 dan staf bisa ikut berpartisipasi dalam program tersebut.

    “Tak pernah ada iuran penuhi kuota kurban. Hanya memang sedang ada program Bangka Tengah Berkurban dan diikuti ASN Bangka Tengah, ” ucapnya kepada intrik.id, Selasa (27/5/2025).

    Ia menyebutkan, kepala OPD hanya mengajak pegawainya berpartisipasi tanpa adanya paksaan apalagi sampai memaksa para pekerja dilingkup OPDnya harus menyumbang.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Gak ada maksa sama sekali. Alhamdulillah banyak juga yang rela menyumbang dan semua kesra yang koordinir, bukan Dinsos. Kami OPD hanya pertisipan dan fasilitasi saja, ” tegasnya.

    “Tambahan, sumbangan itu hanya berlaku ke ASN yang ikhlas menyumbang dan tidak pernah berlaku untuk honorer. Namun jika honorernya mau kami tetap fasilitasi, ” tambahnya.

    Warga Berok itu mengungkapkan, sumbangan sukarela ini terjadi di semua OPD bukan hanya di Dinsos saja. Namun, semuanya tak ada yang mewajibkan dan hanya sekedar memberikan informasi, himbauan dan atau mengajak untuk sedekah saja agar berkah.

    “OPD lain juga menetapkan hal ini. Namun tak ada bahasa wajib. Semuanya sukarela dan keihlasan. Buktinya, 60 pegawai Dinsos 24 orangnya tidak menyumbang. Karena ini semua keikhlasan masing-masing orang. Itu bahasa media saja, ” tuturnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121
    Mungkin Suka Ini juga:
    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Anak Buruh, Nelayan, dan Petani di Bangka Tengah Bakal Sekolah Gratis Sampai Lulus, Koba dan Namang Dipilih Jadi Lokasi

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax

    Antrean Pertalite Mengular di Koba, Warga Mulai Tinggalkan Pertamax

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot :  Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Dituding Bobolkan Tong Timah, Cepot : Maklum Pemain Baru Bisnis Timah, Belum Paham Penyusutan Kadar Air

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah

    Aklamasi, Andrian Samallo Warnai Kebangkitan PWI Bangka Tengah

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Terdampar 8 Jam di Tengah Laut, Tiga ABK KM Sebanyak Selamat Dievakuasi Tim SAR

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar

    Mesin Mati 21 Mil dari Daratan, Tiga Penumpang KM Sebanyak Terombang-Ambing di Laut Bebuar