Nurhayati Tak Mampu Menahan Air Matanya

    INTRIK.ID, PANGKALPINANG — Nurhayati (68) warga Pangkalpinang tak mampu membendung air matanya saat menerima bantuan biaya pengobatan dari PT Timah Tbk untuk cucunya Marindra Alfarizi (6) yang mengalami kecelakaan.

    Usai kecelakaan itu, cucu Nurhayati yang disapa Gembul sempat tak sadarkan diri dan hingga kini mengalami gangguan kesehatan sehingga masih harus terus melakukan perawatan. Namun, karena terkendala biaya mereka tidak bisa maksimal dalam pengobatan cucunya.

    “Alhamdullilah, saya bersyukur kepada Allah SWT, ada yang membantu meringankan biaya berobat cucu saya. Di usia yang masih dini, dia harus mengalami kejadian seperti ini,” kata Nurhayati.

    Nurhayati menceritakan, selama ini mereka terkendala keuangan untuk melakukan pengobatan rawat jalan. Mereka hanya bisa mengantarkan Marindra alias Gembul berobat saat memiliki biaya. Ia hanya bisa berharap dan berdoa agar cucunya bisa sehat dan beraktivitas seperti sedia kala.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Siang malam saya berdoa, semoga diberi yang Maha Kuasa rejeki, sebab dengan kondisi ekonomi orang tuanya memang kurang, apalagi saat ini ayahnya belum memiliki penghasilan tetap. Sekali lagi saya sangat bersyukur kepada Allah SWT atas bantuan dari PT Timah,” ucapnya.

    Sementara itu, Ayah Marindra Satriadi (36) bersyukur dengan adanya bantuan dari PT Timah. Sebab selama ini dirinya kerap kali berhutang kepada rekanannya untuk biaya pengobatan sang anak.

    “Alhamdullilah, berkat bantuan dari PT Timah ini saya sangat terbantu sekali. Jujur saja, tiap kali saat membawa anak saya rawat jalan ataupun berobat alternatif, saya terkadang pinjem dulu sama teman,” kata pria yang kerap disapa Gerubok ini.

    Bantuan dari PT Timah akan digunakan untuk biaya pengobatan anaknya, karena masih membutuhkan biaya dan waktu yang tidak sebentar untuk bisa sembuh kembali.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kejadiannya saat anak saya baru pulang dari kegiatan TPA Jumat malam. Kami sangat khawatir karena sempat tidak sadarkan diri. Paling fatal itu luka yang ada di bagian perut, sebab ada beberapa bagian usus yang robek, dan harus dilakukan tindakan operasi. Kondisinya sudah membaik tapi masih membutuhkan pengobatan rutin dan belum bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya. (*)

    Sumber: PT Timah

    Tagged with:
    CSrpt timah
    Mungkin Suka Ini juga:
    Dari Simpang Mak Janda Menjadi Simpang Tanjak, Ikon Baru Sawang Laut yang Hidupkan Identitas Melayu dan UMKM

    Dari Simpang Mak Janda Menjadi Simpang Tanjak, Ikon Baru Sawang Laut yang Hidupkan Identitas Melayu dan UMKM

    Dari Lubang Tambang Jadi Kebun Masa Depan, Harapan Baru Tumbuh di Air Limau

    Dari Lubang Tambang Jadi Kebun Masa Depan, Harapan Baru Tumbuh di Air Limau

    Dari Oven hingga Kulkas, Bantuan PT Timah Mengubah Dapur UMKM Jadi Mesin Penggerak Ekonomi

    Dari Oven hingga Kulkas, Bantuan PT Timah Mengubah Dapur UMKM Jadi Mesin Penggerak Ekonomi

    Rp35,7 Miliar untuk Masyarakat: Jejak Program Sosial PT Timah Sepanjang 2025

    Rp35,7 Miliar untuk Masyarakat: Jejak Program Sosial PT Timah Sepanjang 2025

    Botol Bekas Jadi Buku Tulis, Cara Unik Anak-anak Sawang Laut Menabung Lewat Sampah

    Botol Bekas Jadi Buku Tulis, Cara Unik Anak-anak Sawang Laut Menabung Lewat Sampah

    PT Timah Bantu Renovasi Musala Al Fajruh, Warga Kundur Kini Lebih Nyaman Beribadah

    PT Timah Bantu Renovasi Musala Al Fajruh, Warga Kundur Kini Lebih Nyaman Beribadah