
INTRIK.ID, KARIMUN – Di tengah maraknya persoalan sampah rumah tangga, anak-anak SD Negeri 009 Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun, justru menemukan cara unik untuk mengubah sampah menjadi sesuatu yang bermanfaat.
Melalui program “tabungan sampah” yang digagas Bank Sampah Lanjut Berseri binaan PT Timah, botol plastik dan kemasan bekas yang biasanya berakhir di tempat sampah kini berubah menjadi tabungan untuk membeli perlengkapan sekolah.
Setiap pekan, para siswa mengumpulkan sampah yang memiliki nilai ekonomis, lalu menyetorkannya ke bank sampah. Sampah tersebut kemudian dicatat layaknya tabungan biasa dan nilainya dapat ditukar dengan buku tulis, pensil, hingga perlengkapan belajar lainnya.
Ketua Bank Sampah Lanjut Berseri, Dedi, mengatakan program tersebut sengaja dirancang untuk mengenalkan budaya peduli lingkungan sejak usia dini.
“Anak-anak kami ajarkan bahwa sampah tidak selalu harus dibuang. Jika dipilah dengan baik, sampah bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat bahkan membantu kebutuhan sekolah mereka,” ujarnya.
Bank Sampah Lanjut Berseri yang berada di Dusun I Desa Sawang Laut ini baru berdiri kurang dari satu tahun. Meski masih dikelola oleh lima orang pengurus dan belum memiliki fasilitas pengolahan modern, semangat membangun kesadaran lingkungan terus digelorakan.
Menurut Dedi, perubahan perilaku mulai terlihat tidak hanya pada siswa, tetapi juga masyarakat sekitar. Warga kini mulai terbiasa memilah sampah dari rumah sebelum disetorkan ke bank sampah.
“Yang paling penting bukan jumlah sampah yang terkumpul, tetapi perubahan pola pikir masyarakat. Sekarang warga mulai memahami bahwa sampah memiliki nilai ekonomi dan tidak boleh dibuang sembarangan,” katanya.
Saat ini sampah yang terkumpul masih dijual kepada pengepul karena keterbatasan alat pengolahan. Namun keberadaan bank sampah telah menjadi titik awal lahirnya budaya baru di tengah masyarakat pesisir.
Program ini juga mendapat dukungan dari PT Timah yang memberikan pembinaan serta membantu penyediaan sarana awal bagi kelompok bank sampah.
Dedi menilai pendampingan tersebut menjadi faktor penting dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan sampah berkelanjutan.
“PT Timah banyak membantu kami, baik dari sisi sarana maupun edukasi. Sekarang masyarakat mulai melihat bahwa sampah bukan hanya limbah, tetapi juga bisa menjadi sumber manfaat,” ujarnya.
Di Sawang Laut, perubahan besar ternyata dimulai dari hal sederhana. Dari botol plastik yang dikumpulkan anak-anak, lahir pelajaran tentang menabung, menjaga lingkungan, dan menghargai nilai dari sesuatu yang sebelumnya dianggap tidak berguna.
Sumber: PT Timah Tbk