
BABEL, INTRIK.ID – Lahan bekas tambang tidak hanya dipulihkan untuk mengembalikan fungsi lingkungan, tetapi juga diarahkan agar memiliki nilai manfaat bagi masyarakat.
Upaya tersebut terus dilakukan PT Timah (Persero) Tbk melalui program reklamasi lahan bekas tambang. Hingga Semester I Tahun 2026, perusahaan telah mereklamasi lahan seluas 78,21 hektare di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Reklamasi menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan pertambangan PT Timah. Melalui kegiatan tersebut, lahan bekas tambang ditata dan dipulihkan dengan memperhatikan aspek lingkungan serta potensi pemanfaatannya secara berkelanjutan.
Salah satu pendekatan yang dilakukan adalah penanaman pohon produktif, tanaman buah, serta tanaman lokal.
Selain membantu memperbaiki kualitas lingkungan, penanaman tanaman produktif diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Departement Head Corporate Communication PT Timah (Persero) Tbk, Anggi Siahaan, mengatakan reklamasi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kegiatan pertambangan dan pengelolaan lingkungan perusahaan.