Dari Simpang Mak Janda Menjadi Simpang Tanjak, Ikon Baru Sawang Laut yang Hidupkan Identitas Melayu dan UMKM

    INTRIK.ID, KARIMUN – Sebuah persimpangan jalan di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, kini tak lagi dikenal sebagai Simpang Mak Janda. Nama yang telah lama melekat itu kini berganti menjadi Simpang Tanjak, lengkap dengan gerbang megah berbentuk tanjak Melayu yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat setempat.

    Pergantian nama dan wajah kawasan ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Bagi warga, Simpang Tanjak menjadi upaya mengembalikan identitas budaya Melayu sekaligus menciptakan pusat aktivitas baru yang berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat.

    Pembangunan gerbang tersebut mendapat dukungan dari PT Timah melalui Division Area Kundur dan diserahkan langsung kepada Pemerintah Desa Sawang Laut.

    Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengatakan pemilihan tanjak sebagai ikon bukan tanpa alasan. Tanjak merupakan simbol kehormatan, marwah, dan jati diri masyarakat Melayu yang sejak lama menjadi identitas daerah tersebut.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Ini tanah Melayu. Karena itu kami ingin menghadirkan ikon yang benar-benar mencerminkan budaya masyarakat. Sekarang Simpang Tanjak menjadi wajah baru desa sekaligus penanda identitas Sawang Laut,” katanya.

    Menariknya, dampak pembangunan gerbang ini tidak hanya berhenti pada aspek budaya.

    Lokasi yang berada di persimpangan strategis menuju permukiman warga dan kantor desa kini mulai berkembang menjadi ruang publik baru. Warga memanfaatkan kawasan tersebut untuk berkumpul, beraktivitas, hingga membuka usaha kecil.

    Saat musim durian tiba, kawasan Simpang Tanjak bahkan kerap berubah menjadi pusat keramaian yang menghadirkan peluang usaha bagi masyarakat sekitar.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Ada efek ekonomi yang mulai terasa. Warga bisa berjualan di sekitar lokasi dan kawasan ini menjadi tempat berkumpul masyarakat. Secara tidak langsung ikut menggerakkan ekonomi desa,” ujar Jefrizal.

    Bagi Sawang Laut, Simpang Tanjak bukan hanya gerbang desa. Kehadirannya menjadi simbol perubahan, dari sekadar persimpangan biasa menjadi landmark yang memperkuat identitas budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru.

    Jefrizal juga mengapresiasi berbagai program pemberdayaan yang selama ini dijalankan PT Timah di desanya, mulai dari budidaya kakap putih, kelompok hidroponik, pengolahan terasi, bantuan sarana ibadah, hingga penyediaan air bersih.

    Menurutnya, pembangunan Simpang Tanjak menjadi salah satu contoh bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan desa dapat menghasilkan manfaat yang tidak hanya terlihat secara fisik, tetapi juga memperkuat karakter dan kebanggaan masyarakat terhadap kampung halamannya.

    “Kami berharap kerja sama ini terus berlanjut. Masih banyak potensi desa yang bisa dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (*)

    Sumber: PT Timah Tbk

    Mungkin Suka Ini juga:
    Dibangun Bergotong Royong, Masjid Baiturrahman di Air Kuang Kini Tambah Fasilitas Berkat Bantuan PT Timah

    Dibangun Bergotong Royong, Masjid Baiturrahman di Air Kuang Kini Tambah Fasilitas Berkat Bantuan PT Timah

    Tujuh Tahun Berkarya, Grup Rebana di Belinyu Akhirnya Punya Harapan Baru

    Tujuh Tahun Berkarya, Grup Rebana di Belinyu Akhirnya Punya Harapan Baru

    Hanya Ada di Bangka, Ikan Betta Burdigala Kini Berstatus Kritis

    Hanya Ada di Bangka, Ikan Betta Burdigala Kini Berstatus Kritis

    Tujuh Tahun Dibangun, Masjid di Desa Jelutung Masih 40 Persen Rampung

    Tujuh Tahun Dibangun, Masjid di Desa Jelutung Masih 40 Persen Rampung

    PT Timah Restocking 5.600 Kepiting Bakau di Karimun

    PT Timah Restocking 5.600 Kepiting Bakau di Karimun

    PT Timah Dukung Komunitas Pendonor Darah Belinyu, Bantu Penuhi Kebutuhan Darah Pasien

    PT Timah Dukung Komunitas Pendonor Darah Belinyu, Bantu Penuhi Kebutuhan Darah Pasien