
INTRIK.ID, KARIMUN – Sebuah persimpangan jalan di Desa Sawang Laut, Kecamatan Kundur Barat, kini tak lagi dikenal sebagai Simpang Mak Janda. Nama yang telah lama melekat itu kini berganti menjadi Simpang Tanjak, lengkap dengan gerbang megah berbentuk tanjak Melayu yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat setempat.
Pergantian nama dan wajah kawasan ini bukan sekadar proyek pembangunan fisik. Bagi warga, Simpang Tanjak menjadi upaya mengembalikan identitas budaya Melayu sekaligus menciptakan pusat aktivitas baru yang berpotensi menggerakkan ekonomi masyarakat.
Pembangunan gerbang tersebut mendapat dukungan dari PT Timah melalui Division Area Kundur dan diserahkan langsung kepada Pemerintah Desa Sawang Laut.
Kepala Desa Sawang Laut, Jefrizal, mengatakan pemilihan tanjak sebagai ikon bukan tanpa alasan. Tanjak merupakan simbol kehormatan, marwah, dan jati diri masyarakat Melayu yang sejak lama menjadi identitas daerah tersebut.
“Ini tanah Melayu. Karena itu kami ingin menghadirkan ikon yang benar-benar mencerminkan budaya masyarakat. Sekarang Simpang Tanjak menjadi wajah baru desa sekaligus penanda identitas Sawang Laut,” katanya.