Nugal Solusi Ketahanan Pangan Keluarga

    Foto: Dian Akbarini bersama penyuluh dan petani Desa Kemingking. (Ist)

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Budaya nugal atau sistem tanam padi ladang yang dilaksanakan masyarakat lokal khususnya di Desa Kemingking Kecamatan Sungaiselan dapat menjadi solusi dalam penyediaan pangan bagi keluarga. Hal ini disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Bangka Tengah, Dian Akbarini saat meninjau masyarakat yang sedang melakukan penanaman padi ladang.

    Disampaikannya saat ini masyarakat Bangka Belitung khususnya Kabupaten Bangka Tengah masih cenderung bergantung dengan impor beras sebagai bahan pangan pokok. Sehingga perlu adanya upaya untuk mengurangi sedikit demi sedikit ketergantungan pangan impor tersebut. Mengingat Bangka sendiri merupakan daerah kepulauan yang rentan terdampak kelangkaan pangan.

    Dengan melestarikan budidaya padi ladang atau yang dikenal dengan istilah ‘beumeh’ dapat memenuhi kebutuhan beras keluarga selama satu tahun. Sehingga dapat menghemat pengeluaran keluarga bahkan meningkatkan taraf ekonomi keluarga.

    “Petani yang beumeh ini biasanya hasil padinya untuk konsumsi keluarganya sendiri. Jadi dalam waktu satukali panen dapat memenuhi kebutuhan beras selama satu tahun,” ujar Dian Akbarini setelah melakukan penanaman padi ladang bersama Petani di Desa Kemingking, Jum’at (1/9/2023).

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Salah satu petani, Zuriyana mengatakan potensi padi ladang di Desa Kemingking dapat mencapai 2 ton/ha. Dalam satukali tanam, dirinya beserta keluarga dapat menanam seluas 10 hektar. Tentunya hal tersebut menjadi peluang yang masih terbuka lebar bagi masyarakat lainnya untuk beladang atau beumeh.

    “Beumeh ini telah menjadi tradisi yang kami lakukan dari sejak kecil dan turun temurun. Hasilnyapun dapat memenuhi kebutuhan beras keluarga selama satu tahun bahkan dapat dijual kepada masyarakat sekitar,” ucap Zuriyana.

    Dikatakannya yang menjadi kendala dalam penanaman padi ladang ini terkait penanggulangan hama seperti burung dan tikus. Hama tersebut dapat menurunkan hasil produksi bahkan menyebabkan gagal panen. Saat ini para petani menanggulanginya dengan penebaran racun dan jaring di sekitar areal tanam.(*)

    Space Iklan/0853-1197-2121
    Mungkin Suka Ini juga:
    Gantikan Abvianto Syaifulloh, Andri Parlindungan Napitupulu Jabat Kajari Bangka Tengah

    Gantikan Abvianto Syaifulloh, Andri Parlindungan Napitupulu Jabat Kajari Bangka Tengah

    Bupati Bangka Tengah Fokus Penyesalan Persoalan Tanah

    Bupati Bangka Tengah Fokus Penyesalan Persoalan Tanah

    Jadi Daerah Kasus Kekerasan Anak Tertinggi, Algafry Minta Peran Ayah

    Jadi Daerah Kasus Kekerasan Anak Tertinggi, Algafry Minta Peran Ayah

    Bangka Tengah jadi Advokasi Terpadu Program Keamanan Pangan 2026

    Bangka Tengah jadi Advokasi Terpadu Program Keamanan Pangan 2026

    Koba dan Mangkol jadi Kelurahan Bebas Stunting

    Koba dan Mangkol jadi Kelurahan Bebas Stunting

    Pemab Bateng Rakor Genting

    Pemab Bateng Rakor Genting