
sejarah pemerintahan islam memberikan banyak contoh nyata.
Pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab, beliau pernah menemukan seorang ibu yang memasak batu untuk menenangkan anak-anaknya yang kelaparan. Setelah mengetahui kondisi tersebut, Umar langsung memanggul sendiri karung gandum dari baitul mal dan mengantarkannya kepada keluarga itu.
Peristiwa ini bukan sekadar kisah kepedulian pribadi seorang pemimpin. Ini menunjukkan bagaimana negara dalam Islam memiliki tanggung jawab langsung terhadap kebutuhan rakyatnya.
Dalam sistem pemerintahan Islam, negara memastikan kebutuhan dasar rakyat—seperti pangan, pendidikan, kesehatan, dan keamanan—dapat terpenuhi dengan baik. Negara juga mengelola sumber daya alam untuk kepentingan seluruh rakyat, sehingga kesejahteraan dapat dirasakan secara merata.
Jika sistem seperti ini diterapkan, maka persoalan seperti kekurangan gizi pada anak-anak tidak perlu diselesaikan melalui program bantuan yang bersifat sementara. Sebab setiap keluarga sudah memiliki kemampuan ekonomi yang cukup untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri.
Karena itu, persoalan gizi anak dan kesejahteraan masyarakat tidak cukup diselesaikan dengan program pembagian makanan seperti MBG. Yang lebih penting adalah menghadirkan sistem pemerintahan yang benar-benar menjamin kesejahteraan rakyat secara menyeluruh.
Tanpa perubahan mendasar dalam cara negara mengurus rakyatnya, berbagai program bantuan akan terus muncul silih berganti—namun persoalan yang sama akan tetap berulang dari waktu ke waktu.
Wallahu A’lam.