Menu Kering MBG Saat Ramadhan di Belitung: Solusi Tambal Sulam di Tengah Abainya Negara

    Caption: Tira

    Ironisnya, program seperti MBG sering dijadikan solusi utama seolah-olah persoalan gizi anak akan selesai dengan membagikan paket makanan di sekolah.

    Padahal realitas sosial menunjukkan banyak persoalan lain yang tidak kalah mendesak, seperti angka putus sekolah yang masih tinggi akibat faktor ekonomi. Banyak anak yang terpaksa berhenti sekolah karena orang tua tidak mampu membiayai pendidikan mereka.

    Dalam kondisi seperti ini, muncul pertanyaan kritis: apakah pembagian makanan menjadi prioritas utama, sementara persoalan ekonomi keluarga dan akses pendidikan masih menjadi masalah besar?

    Dalam perspektif Islam, negara tidak boleh bersikap seperti ini. Negara bukan sekadar pengelola program bantuan, melainkan penanggung jawab langsung atas kesejahteraan rakyatnya.

    Rasulullah ﷺ bersabda:

    “Imam (pemimpin) adalah pengurus rakyat dan ia akan dimintai pertanggungjawaban atas rakyat yang dia urus.”

    (HR. Bukhari dan Muslim)

    Hadis ini menegaskan bahwa pemimpin memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan kebutuhan rakyat terpenuhi. Artinya, negara tidak boleh membiarkan rakyat berada dalam kondisi sulit hingga harus bergantung pada bantuan program demi memenuhi kebutuhan dasar.

    Negara Sebagai Pengurus Rakyat

    Islam memiliki konsep kepemimpinan yang sangat berbeda dengan praktik negara modern saat ini. Dalam Islam, negara berfungsi sebagai *raa’in* (pengurus) yang secara aktif memastikan kesejahteraan rakyatnya.

    Pemimpin tidak hanya membuat kebijakan administratif, tetapi juga memastikan setiap individu rakyat mendapatkan hak-haknya secara layak.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook