
Intrik.id – Overhaul karburator mobil merupakan proses penting dalam perawatan kendaraan. Hanya saja, tak sedikit pemilik mobil yang menganggap remeh overhaul. Bahkan seringkali hanya membersihkan bagian luar atau mengganti bensin tanpa menyadari kotoran di ruang karburator mobil dapat mengganggu performa mesin.
Sementara itu, beberapa pengendara merasa masalah pada mesin seperti brebet, susah hidup, atau konsumsi BBM boros pemicunya adalah filter udara. Padahal akar masalahnya justru kerap berasal dari kotornya karburator. Oleh karena itu, memahami overhaul sekaligus melakukan perawatan secara rutin menjadi langkah krusial agar mobil tetap prima.
Baca juga: AC Mobil Lupa Dimatikan, Ancaman Kerusakan Komponen dan Biaya Servis
Bagi yang belum tahu, overhaul adalah metode pembersihan, pemeriksaan, perbaikan dan penggantian komponen aus pada karburator. Berbeda dengan sekadar membersihkan karburator, overhaul bersifat menyeluruh. Artinya, teknisi atau pemilik mobil sendiri perlu membongkar semua bagian. Setelah itu membersihkan, memeriksa atau mengganti bagian-bagian yang rusak.
Tujuan utama overhaul adalah memastikan mesin mendapatkan campuran bahan bakar dan udara yang tepat. Sehingga pembakaran lebih efisien, mesin halus, serta konsumsi bahan bakar semakin optimal. Selain itu, overhaul juga mencegah kerusakan lebih serius. Hal yang umumnya bisa muncul jika karburator kotor atau rusak dalam jangka panjang.
Frekuensi overhaul karburator mobil sebenarnya tergantung pada masing-masing kendaraan. Termasuk usia, kondisi penggunaan dan kualitas bahan bakar.
Baca juga: WMoto Nexy+ 180 Resmi Debut, Menawarkan Performa Terbaik
Sebagai contoh umum, untuk mobil harian bisa melakukan overhaul setiap 20.000-30.000 km atau 2-3 tahun sekali. Sedangkan untuk mobil yang jarang pengguna pakai, minimal setiap 3-5 tahun. Ini karena meski jarang beroperasi, kerak dan endapan bahan bakar tetap bisa menumpuk. Selain frekuensi, ada beberapa kasus karburator wajib mendapat servis jika mulai menunjukkan gejala seperti berikut ini.
Mengabaikan overhaul memicu dampak yang tidak hanya terasa di performa, tetapi juga pada biaya perawatan jangka panjang. Dimana berbagai masalah serius bisa muncul yang memengaruhi kenyamanan, efisiensi, beban service dan bahaya lingkungan seperti berikut ini.
Karburator yang kotor atau aus mengganggu rasio campuran bahan bakar dan udara. Mesin pun tidak menerima campuran ideal. Ini menyebabkan putaran tidak stabil, brebet hingga akselerasi tersendat.
Efeknya terasa saat menyalakan mobil terutama di pagi hari atau ketika menanjak. Biasanya mesin mobil menjadi tidak responsif dan pengalaman berkendara jauh dari kata optimal sebelum overhaul karburator.
Endapan bahan bakar yang menumpuk akibat karburator bermasalah dapat masuk ke ruang bakar. Lama-lama menempel pada klep atau piston. Seiring waktu kondisi ini menyebabkan gesekan berlebih, overheat hingga ausnya komponen vital. Biaya perbaikan pun menjadi jauh lebih mahal daripada melakukan overhaul rutin.
Karburator yang tidak berfungsi optimal membuat pembakaran bahan bakar jauh dari sempurna. Akibatnya asap hitam jauh lebih tebal. Ini tentu berbahaya karena mencemari udara dan lingkungan sekitar. Selain itu, emisi tinggi juga menandakan pemborosan bahan bakar dan menurunnya efisiensi mesin.
Proses overhaul karburator mobil harus berlangsung secara cermat dan teliti. Karena setiap komponen memiliki peran penting dalam pencampuran udara maupun bahan bakar. Kesalahan sedikit saja bisa membuat mesin tidak optimal. Berikut ini langkah-langkah umum dalam proses overhaul karburator.
Baca juga: Bocoran BYD Seal 08 dan Sealion 08, Mobil Listrik Terbaru Siap Rilis Tahun 2026
Overhaul karburator mobil memang membutuhkan waktu dan tenaga. Kendati begitu, manfaatnya sangat besar bagi performa mesin maupun efisiensi bahan bakar. Dengan melakukan overhaul karburator secara rutin, pemilik mobil tidak hanya menjaga mesin tetap prima. Lebih dari itu, langkah ini juga akan menghemat biaya perawatan jangka panjang.