
“Ini inisiatif saya sebagai ketua DPRD, saya sudah memberi informasi ini di grup fraksi kami ya syukur kalau di medsosnya tanggapannya luar biasa kita nih nggak bisa loh diam-diam saja sebagai pemangku kepentingan kebijakan dan kita pemangku jabatan lah harus bergerak cepat. Kita enggak bisa merasa baik-baik saja dan kita enggak bisa dengan gaya yang lama, kita harus bergerak cepat terkait masalah masyarakat,” tuturnya.
Meskipun begitu, ia mengaku postingannya tidak mengomentari tentang bupati. Namun Mehoa ingin bergerak cepat dalam menanggapi permasalahan tersebut.
“Saya tidak mengomentari tentang Bupati ya. Itu kan inisiatif saya saja, saya enggak tahu apa yang dilakukan Pak Bupati Bangka Tengah terhadap hal harga sawit ini. Mohon dukungan dari masyarakat dan dari pemerintah daerah termasuk Pak Bupati tentunya. Jadi konteksnya saya tidak dalam hal mengurusi apa yang sudah Bupati lakukan karena saya belum dapat beritanya kalau beliau ada manggil jadi saya berinisiatif dan murni dari pribadi saya. Mumpung saya ini diberi amanat sebagai ketua DPRD dan ternyata tanggapan masyarakat luar biasa akan hal ini,” ujarnya.
Mehoa mengatakan masalah sawit di Bangka lebih parah daripada Lampung. Padahal menurutnya perekonomian di Bangka juga sangat berpengaruh dari sawit.
“Jika harga sawit bagus, perputaran daya beli ekonominya bagus dan itu akan membangkitkan ekonomi. Ketua komisi IV, Pak Udin bilang di Lampung itu tidak separah yang di Bangka, terus di Lampung itu juga banyak petani sawit tapi enggak kacau kayak kita,” pungkasnya.