
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH — Ketua DPRD Bangka Tengah, Mehoa menyinggung Algafry Rahman selaku Bupati Bangka Tengah lambat dalam mengatasi permasalahan harga Tandan Buah Segar (TBS) sawit yang terus menurun melalui akun sosmed pribadinya.
Dalam postingannya di Facebook maupun instagramnya @mehoa, ia menuliskan bahwa “Jika Bupati Bangka Tengah tidak mau memanggil Para Pengusaha Sawit ( tercatat sekitar 10 Perusahaan Sawit Besar ) di Bangka Tengah, ttg Harga Sawit yg tak menentu ( apalagi moment menghadapi Hari Raya Kurban ini ). Biarlah Mehoa sebagai Ketua DPRD yg akan mengajak Anggota utk mengundang Asosiasi nya atau Pengusaha nya. Seperti yg disampaikan Pak @sudin.se Ketua Komisi 4 DPR RI ..ada yg salah. Soal nya di LAMPUNG tak separah di Bangka. REGULASI Pusat sdh ada yg atur tapi harus di imbangi dan di jaga oleh Pemda demi Petani Sawit Mandiri 💪💪”.
Saat dikonfirmasi, Mehoa mengatakan akan berkoordinasi dan melakukan RDP (Rapat Dengar Pendapat) dengan asosiasi perusahaan dan petani sawit.
“Saya sedang menindaklanjuti (pertemuannya dengan Komisi IV DPR RI-ref) menggunakan surat atau publik hearing dengan memanggil, berkoordinasi dan RDP dengan asosiasi perusahaan sawit dengan perwakilan petani sawitnya tembusannya kepada bupati,” ungkapnya, Senin (4/7/2022).
Ia menuturkan, dirinya sebagai Ketua DPRD harus berinisiatif dengan kondisi harga sawit yang tak menentu ini karena menyangkut hak masyarakat.