Masyarakat Mapur Dilatih Teknik Decoupage

    INTRIK.ID, BANGKA – Masyarakat adat Mapur, Kabupaten Bangka dilatih seni menghias pada karya anyaman nusantara dengan teknik decoupage, Senin (16/6/2025).

    Pelatihan yang digelar PT Timah itu sebagai bentuk komitmen dalam mendukung pelestarian budaya sekaligus meningkatkan perekonomian masyarakat adat.

    Hadir juga instruktur berpengalaman di bidang kerajinan tangan decoupage Tri Sisca Febriyanti. Para peserta juga tampak antusias mencoba untuk membuat berbagi kreasi hiasan untuk kerajinan anyaman.

    Dengan mengadopsi teknik decoupage seni menghias benda menggunakan potongan kertas motif yang kemudian dilapisi dengan perekat khusus, para peserta diajak untuk berkreasi dalam menghasilkan produk kerajinan bernilai jual tinggi seperti tas anyaman dan pernak-pernik rumah tangga lainnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Departement Head Corporate Communication PT Timah Anggi Siahaan mengatakan, pelatihan ini merupakan dari program pemberdayaan masyarakat yang bertujuan mengembangkan potensi lokal berbasis kearifan budaya dan kreativitas.

    “Peserta pelatihan merupakan pemuda/i dan ibu
    rumah tangga dengan tujuan sebagai simbol eksistensi dan harmonisasi kehidupan masyarakat Mapur, mendukung hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, serta untuk mempertahankan dan melestarikan kebudayaan Mapur,” katanya.

    “Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong masyarakat adat agar tidak hanya melestarikan budaya lokal, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai sumber penghasilan tambahan. Potensi kerajinan lokal sangat besar dan bisa dikembangkan secara modern tanpa meninggalkan akar tradisinya,” tambah Anggi.

    Sementara itu, instruktur pelatihan Tri Sisca atau yang kerap disapa Teh Yiyi mengatakan, peserta pelatihan sangat antusias, karena menemukan hal baru dan unik dalam menambah kreasi dari produk anyaman yang sudah mereka produksi sebelumnya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kami berbagi ilmu tentang bagaimana menambah nilai jual dari media hasil karya anyaman peserta yang sudah mereka buat sebelumnya dengan teknik decoupage. Sehingga media yg masih polos, lebih cantik dengan diberikan tambahan motif dari teknik decoupage. Memberikan masukan mengenai varian produk, agar menjadi tambahan ide dalam memproduksi hasil karya lagi. Memberikan masukan juga terkait produk yang kemungkinan akan menjadi best sellernya,” katanya.

    Dengan adanya pelatihan ini diharapkan para peserta dapat lebih berinovasi dalam berkreasi sehingga bisa menambah nilai jual dari produk yang sudah dihasilkan sebelumnya.

    “Kita mengapresiasi apa yang sudah PT Timah berikan terhadap masyarakat di Air Abik ini. Tidak hanya fasilitas sarprasnya, tapi juga kemampuan dari kreasi masyarakatnya juga disupport oleh PT Timah. Sehingga bisa membantu mereka untuk berkembang, memiliki pemikiran dan kemampuan yang lebih luas lagi sehingga bisa berpengaruh terhadap perekonomian mereka dan secara umum juga perekonomian di desa air abik itu sendiri,” ucapnya. (*)

    Sumber: PT Timah

    Mungkin Suka Ini juga:
    Dari Lubang Tambang Jadi Kebun Masa Depan, Harapan Baru Tumbuh di Air Limau

    Dari Lubang Tambang Jadi Kebun Masa Depan, Harapan Baru Tumbuh di Air Limau

    Dari Oven hingga Kulkas, Bantuan PT Timah Mengubah Dapur UMKM Jadi Mesin Penggerak Ekonomi

    Dari Oven hingga Kulkas, Bantuan PT Timah Mengubah Dapur UMKM Jadi Mesin Penggerak Ekonomi

    Rp35,7 Miliar untuk Masyarakat: Jejak Program Sosial PT Timah Sepanjang 2025

    Rp35,7 Miliar untuk Masyarakat: Jejak Program Sosial PT Timah Sepanjang 2025

    Botol Bekas Jadi Buku Tulis, Cara Unik Anak-anak Sawang Laut Menabung Lewat Sampah

    Botol Bekas Jadi Buku Tulis, Cara Unik Anak-anak Sawang Laut Menabung Lewat Sampah

    PT Timah Bantu Renovasi Musala Al Fajruh, Warga Kundur Kini Lebih Nyaman Beribadah

    PT Timah Bantu Renovasi Musala Al Fajruh, Warga Kundur Kini Lebih Nyaman Beribadah

    Koba Food Festival Vol 2 Tak Sekadar Pesta Kuliner, 20 Anak Yatim Terima Santunan Penuh Haru

    Koba Food Festival Vol 2 Tak Sekadar Pesta Kuliner, 20 Anak Yatim Terima Santunan Penuh Haru