
INTRIK.ID, KUNDUR BARAT – Suara lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari Masjid Al Inayah, Komplek PT Timah (Persero) Tbk Division Area Kundur, Desa Gemuruh, Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun. Puluhan anak-anak, remaja, hingga masyarakat dewasa mengikuti khataman Al-Qur’an massal sebelum kemudian menyemarakkan malam Tahun Baru Islam 1448 Hijriah dengan pawai obor yang berlangsung meriah dan penuh makna.
Kegiatan yang digelar selama dua hari, Senin hingga Selasa (15-16/6/2026), menjadi salah satu tradisi yang terus dijaga masyarakat setempat dalam menyambut datangnya 1 Muharam. Selain sebagai bentuk syiar Islam, kegiatan ini juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan menanamkan nilai-nilai keagamaan kepada generasi muda.
Pelaksanaan kegiatan tersebut mendapat dukungan dari PT Timah (Persero) Tbk sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung kegiatan sosial, keagamaan, dan pelestarian budaya masyarakat di wilayah operasionalnya.
Masyarakat dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan. Setelah khataman Al-Qur’an, peserta pawai obor berjalan mengelilingi kawasan desa sambil mengumandangkan shalawat dan doa, menciptakan suasana religius yang hangat dan penuh kebersamaan.
Ketua DKM Masjid Al Inayah, Syawaludin, mengapresiasi dukungan PT Timah yang selama ini konsisten mendukung berbagai kegiatan keagamaan masyarakat.
“Terima kasih kepada PT Timah yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Kegiatan peringatan Tahun Baru Islam ini rutin kami laksanakan setiap tahun dengan berbagai bentuk kegiatan yang berbeda-beda,” ujarnya.
Menurut Syawaludin, khataman Al-Qur’an yang melibatkan anak-anak dan remaja menjadi bagian penting dalam upaya membangun kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an.
“Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami berharap anak-anak semakin semangat belajar mengaji sehingga setiap tahun dapat mengikuti khataman bersama. Tahun Baru Islam seharusnya menjadi momentum untuk memperbanyak kegiatan positif dan mempererat silaturahmi antar sesama muslim,” katanya.
Bagi masyarakat Desa Gemuruh, tradisi pawai obor bukan sekadar seremoni pergantian tahun Hijriah. Tradisi ini telah menjadi bagian dari identitas budaya dan kehidupan sosial masyarakat yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Cahaya obor yang menerangi jalan-jalan desa menjadi simbol harapan agar nilai-nilai Islam terus menjadi penerang dalam kehidupan masyarakat, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga persatuan, kebersamaan, dan kepedulian sosial.
Masjid Al Inayah sendiri selama ini menjadi pusat berbagai aktivitas keagamaan masyarakat. Selain digunakan untuk ibadah, masjid ini juga menjadi tempat pembinaan generasi muda melalui berbagai kegiatan pendidikan agama dan sosial kemasyarakatan.
Dukungan PT Timah terhadap kegiatan ini merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat, tidak hanya melalui kontribusi ekonomi, tetapi juga melalui dukungan terhadap penguatan nilai-nilai sosial, budaya, dan keagamaan.
Melalui sinergi bersama masyarakat, PT Timah berharap tradisi-tradisi positif seperti pawai obor dan khataman Al-Qur’an dapat terus dilestarikan sebagai sarana membangun karakter generasi muda yang religius, memperkuat kebersamaan masyarakat, serta menjaga kearifan lokal yang menjadi identitas masyarakat Melayu di wilayah operasional perusahaan.
Di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis, tradisi yang memadukan nilai agama, budaya, dan kebersamaan seperti ini menjadi pengingat bahwa kemajuan harus tetap berjalan beriringan dengan pelestarian nilai-nilai luhur yang telah diwariskan para pendahulu. (*)
Sumber: PT Timah Tbk