
BELINYU, INTRIK.ID – Di tengah masih luasnya lahan kritis di Kecamatan Belinyu, Kabupaten Bangka, upaya pemulihan lingkungan terus dilakukan. Salah satunya melalui penanaman 500 bibit pohon di kawasan sempadan Sungai Romodong yang dilaksanakan PT Timah Tbk bersama sejumlah pemangku kepentingan, Kamis (18/6/2026).
Penanaman yang dilakukan dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu menyasar kawasan sempadan sungai yang dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas.
Pengendali Dampak Lingkungan Ahli Muda Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, Fifin Maliana, mengungkapkan bahwa Kecamatan Belinyu masih menghadapi tantangan serius berupa luasnya lahan kritis yang mencapai sekitar 11.000 hektare atau 21,5 persen dari total wilayah kecamatan.
Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian dan upaya rehabilitasi secara berkelanjutan dari berbagai pihak.
“Berdasarkan data terbaru, luas lahan kritis di Kecamatan Belinyu mencapai sekitar 11.000 hektare. Tentu pemulihannya tidak bisa dilakukan secara instan, namun kegiatan penghijauan seperti ini menjadi langkah penting untuk mengurangi lahan kritis secara bertahap,” kata Fifin.
Sebanyak 500 bibit pohon yang terdiri dari beringin, aren, nyatoh dan belangiran ditanam di sepanjang kawasan sempadan Sungai Romodong. Pohon-pohon tersebut dipilih karena memiliki fungsi ekologis yang mampu memperkuat struktur tanah, menjaga ketersediaan air dan mendukung pemulihan habitat alami.
Kepala Seksi Perencanaan dan Evaluasi DAS BPDAS Baturusa Cerucuk, Ucok Toni Edward, mengatakan kawasan sempadan Sungai Romodong termasuk wilayah yang rentan terhadap erosi dan sedimentasi sehingga masuk dalam Rencana Umum Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL).
“Konservasi di kawasan ini sangat penting karena berfungsi sebagai pengendali banjir, mencegah erosi, menjaga ketersediaan air, sekaligus melindungi keanekaragaman hayati,” ujarnya.
Menurut Ucok, keberhasilan rehabilitasi lingkungan tidak hanya diukur dari jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga dari tingkat keberhasilan tumbuhnya tanaman dalam jangka panjang. Karena itu, keterlibatan masyarakat menjadi faktor penting.
Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Romodong Bersatu, Abu Bakri. Ia menyebut masyarakat siap terlibat dalam perawatan pohon yang telah ditanam agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
“Kalau lahan kosong dibiarkan terus, lama-kelamaan akan rusak. Karena itu penanaman pohon menjadi langkah yang sangat baik untuk masa depan lingkungan. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana tanaman ini dirawat agar tumbuh subur,” katanya.
Kegiatan penghijauan yang digelar PT Timah melalui Divisi Bangka Utara Area itu melibatkan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bangka, BPDAS Baturusa Cerucuk, Kelompok Tani Hutan Kemasyarakatan Romodong Bersatu, Polsek Belinyu, Koramil 413-01 Belinyu serta masyarakat setempat.
Bagi kawasan Sungai Romodong, 500 pohon yang ditanam hari ini mungkin belum mampu mengubah kondisi lingkungan secara instan. Namun di tengah ancaman ribuan hektare lahan kritis, langkah kecil tersebut menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk memulihkan fungsi ekologis kawasan dan menjaga keberlanjutan lingkungan di Belinyu. (*)
Sumber: PT Timah Tbk