
Dari sisi operasional, perusahaan terus memperkuat kegiatan penambangan baik di darat maupun laut. Di darat, PT Timah meningkatkan jumlah titik tambang dan memperkuat eksplorasi melalui bor pandu. Sementara di laut, perusahaan mengoptimalkan kinerja Kapal Isap Produksi (KIP) serta meningkatkan efektivitas pengolahan melalui fasilitas SHP KIP dan PIP.
PT Timah optimis akan melanjutkan kinerja positif di tahun ini, pasalnya prospek harga timah masih cukup menjanjikan yang diperkirakan berada di kisaran USD 33.500 hingga USD 48.750 per ton pada tahun 2026.
Hal ini didorong oleh meningkatnya permintaan dari industri elektronik, semikonduktor, chips serta digitalisasi dan Artificial Intellegence. Di sisi fundamental, pengetatan pasar timah didorong oleh terbatasnya pasokan dari Indonesia, Myanmar, MSC dan DRC yang diperparah oleh regulasi, konflik dan pemeliharaan produksi.
Menghadapi peluang tersebut, PT Timah menyiapkan sejumlah strategi pada 2026, antara lain akselerasi produksi dan optimalisasi cadangan, ekspansi hilirisasi dan diversifikasi produk, transformasi digital dan keberlanjutan (ESG), optimalisasi dan efisiensi berkelanjutan di seluruh lini bisnis, optimaliasi kinerja anak perusahaan, aset non operasi dan sinergi lainnya dalam mendukung keberlanjutan Perseroan. (*)
Sumber: PT Timah Tbk