Kolektor Timah Belum Berkontribusi Kepada Negara

    Caption : Anggota Komisi VII DPR-RI, Bambang Patijaya saat menjelaskan soal Pertimahan di Babel

    BANGKA. SUNGAILIAT. INTRIK.ID – Corat marut tata kelola pertimahan di Provinsi Bangka Belitung, mendapat tanggapan dari Anggota Komisi VII DPR-RI Bambang Patijaya ( BPJ ).Menurutnya dari mata rantai pertimah posisi Kolektor ( Penampung Timah ) belum memberikan kontribusi kepada negara.

    Tanggapan itu disampaikan BPJ saat kegiatan Buka Puasa Bersama sejumlah wartawan Kabupaten Bangka, Sabtu ( 30/4/2022) malam bertempat di Resto Kembang Katis.

    “Soal Pendapat Negara Bukan Pajak ( PNBP ) subsektor timah harus cari terobosan. Dalam rantai pertimahan posisi kolektor timah belum berkontribusi kepada negara. Tapi kita bukan menjastis mereka , namun harus berkontribusi kepada negara,” Kata BPJ.

    Menyikapi pertumbuhan ekonomi dari pertimahan, BPJ tidak menampik kalau pasir timah masih menjadi lokomotif ekonomi di Provinsi Babel.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Tahun 2019 ekonomi Babel nyungsep karena adanya monopoli, tahun 2021 ekonomi Babel bangkit dari sektor timah. Didukung teknologi pertambangan seperti Sebu – Sebu, selam, Rajuk, karena teknologi murah meriah dan ekonomis,” ujarnya.

    Pentolan Partai Golkar Babel itu, juga memberi gambaran, bagaimana seharusnya pertambangan timah kedepan.

    “Saat ini ekonomi sudah tumbuh, tahun 2021 tertinggi nomor dua se – Sumatera, tahun 2019 terendah se – Sumatera. Cuma ada 3 hal soal pertambangan timah kedepan : pertama masyarakat bisa bekerja , aturan ditegak negara dapat manfaat pajak atau PNBP, lingkungan terjaga,” terangnya.

    Menyinggung soal tambang rakyat, BPJ menyebutkan adanya Relaksasi.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kita pernah rembuk saol Relaksasi Tambang Timah, kita ingin masyarakat bisa bekerja Jangan langgar hukum, tidak bekerja dikawasan lindung, tidak gaduh Relaksasi bukan legalisasi, kondisi ini untuk kepentingan lebih besar,” pungkasnya.

    Menyoroti kebijakan Presiden Jokowi, berencana hentikan eskpor Timah tahun 2024, BPJ mengatakan tidak masalah.

    “Timah seharusnya sebagai bahan hilirisasi, tahun 2024 pak Jokowi ( Presiden RI – red ) akan hentikan ekspor timah. Saya rasa tidak masalah asal dorong investasi timah di Babel dan Kepulawan Riau. Sejak tahun 2004 timah tidak lagi dinyatakan mineral strategis Babel sangat terbuka,” tutupnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Dari 500 Benih hingga Panen Ratusan Kilo, Nelayan Sawang Laut Bangun Harapan Baru Lewat Kakap Putih

    Dari 500 Benih hingga Panen Ratusan Kilo, Nelayan Sawang Laut Bangun Harapan Baru Lewat Kakap Putih

    Hubungan Industrial Baru PT Timah Dimulai, PKB 2026-2028 Resmi Ditandatangani

    Hubungan Industrial Baru PT Timah Dimulai, PKB 2026-2028 Resmi Ditandatangani

    Dari Nol hingga Punya Identitas Sendiri, Rumah Batik Kundur Bangun Harapan Baru Ekonomi Kreatif

    Dari Nol hingga Punya Identitas Sendiri, Rumah Batik Kundur Bangun Harapan Baru Ekonomi Kreatif

    PT Timah Raih Penghargaan Nasional, Dinilai Sukses Bangun Reputasi dan Dampak Media Positif

    PT Timah Raih Penghargaan Nasional, Dinilai Sukses Bangun Reputasi dan Dampak Media Positif

    Pohon Sawit milik Warga Pemali Dibabat, Hilal Ganti Rugi Belum Nampak

    Pohon Sawit milik Warga Pemali Dibabat, Hilal Ganti Rugi Belum Nampak

    Bangun Tata Kelola Bersih, PT Timah Gencarkan Edukasi Anti Penyuapan

    Bangun Tata Kelola Bersih, PT Timah Gencarkan Edukasi Anti Penyuapan