
“Kami di anggaran perubahan 2026 ini sudah menambah anggaran untuk penanggulangan bencana terkait kebakaran hutan dan polusi asap,” ujar Algafry, Rabu (16/9/2026).
Menurutnya, langkah tersebut dilakukan karena Bangka Tengah masuk wilayah yang perlu mewaspadai kekeringan dan kebakaran berdasarkan kondisi yang terjadi saat ini.
“Kita ini daerah awas kekeringan dan kebakaran. Jadi anggaran penanggulangan bencana kami tambah,” katanya.
Ketika ditanya mengenai kemungkinan penambahan armada Damkar dan BPBD, terutama di tengah keterbatasan kendaraan pemadam, Algafry menyebut pemerintah daerah tidak berencana menambah armada.