
“Jangan dikubu – kubukan. Mereka sama tugasnya walaupun medianya berbeda – beda. Malah mereka rata – rata sudah memiliki sertifikat kompetensi wartawan. Jangan hanya karena ada ketidaksukaan dengan sikap wartawan jadi mereka didiskriminasi. Kan gak lucu kedengerannya. Kalau masalah berita itu hak masing – masing wartawan. Mereka mau ambil sudut mana dalam mengulas berita. Asalkan tidak melanggar kode etik jurnalistik. Sah – sah saja kan, “singgunya.
Ia juga berpesan para pejabat di wilayah Pemkab Bangka untuk tidak menutup diri dengan keberadaan wartawan.
“Dari awal saya sudah ingatkan. Jangan takut dengan wartawan. Kalo benar gak akan takut kan ? Jadi kenapa harus menutup diri. Kecuali, konteks wartawannya datang dengan tujuan di luar pemberitaan. Itu sudah di luar profesinya. Jangan takut juga untuk melaporkan ketika ada kawan – kawan kami yang melenceng dari tugas jurnalisnya dan menyebabkan narasumber mendapat tekanan, “himbaunya. (rilis)