
Menurut Algafry, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program tersebut. Pemerintah daerah, akademisi, dan media diminta terlibat aktif agar seluruh program berbasis riset dan kebutuhan nyata di lapangan.
“Akademisi punya riset, OPD punya data lapangan, dan pers punya peran mengawal prosesnya. Kalau kita kerja bersama, Bangka Tengah bisa jadi daerah yang maju berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi,” katanya.
Dokumen yang tengah disusun nantinya akan memuat peta jalan riset daerah, program prioritas, penguatan kelembagaan, hingga strategi pendanaan inovasi. Hasilnya akan menjadi pedoman OPD dalam menyusun program dan penganggaran berbasis inovasi untuk periode 2026–2029.