
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengalami defisit anggaran sekitar Rp 45 miliar hingga Juli 2024 ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan defisit itu menimpa Negeri Selawang Segantang tersebut.
Menurut Kepala Badan Perencanaan Daerah Bangka Tengah (Bapeda) Joko, mengatakan ada 3 faktor yang yakni Silpa 2023, PAD dan royalti.
“Kita defisit 35 sampai 45 miliar karena 3 faktor, yakni perkiraan silpa 2023 yang realisasinya tidak sebesar penganggaran, potensi target PAD tidak tercapai dan potensi penerimaan royalti yang jika dilihat kondisi ekonomi sekarang sulit dicapai, ” ucap Joko, Senin (8/7/2024).