Scroll untuk baca artikel
Bangka Tengah

Joko Ungkap Tiga Faktor Penyebab Defisit Bangka Tengah

527
×

Joko Ungkap Tiga Faktor Penyebab Defisit Bangka Tengah

Sebarkan artikel ini
IMG 20240708 WA0004
Foto: Kepala Bappeda Bangka Tengah, Joko.

INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah mengalami defisit anggaran sekitar Rp 45 miliar hingga Juli 2024 ini. Ada beberapa faktor yang menyebabkan defisit itu menimpa Negeri Selawang Segantang tersebut.

Menurut Kepala Badan Perencanaan Daerah Bangka Tengah (Bapeda) Joko, mengatakan ada 3 faktor yang yakni Silpa 2023, PAD dan royalti.

“Kita defisit 35 sampai 45 miliar karena 3 faktor, yakni perkiraan silpa 2023 yang realisasinya tidak sebesar penganggaran, potensi target PAD tidak tercapai dan potensi penerimaan royalti yang jika dilihat kondisi ekonomi sekarang sulit dicapai, ” ucap Joko, Senin (8/7/2024).

Ia mengatakan pihaknya saat ini masih menghitung angka pasti defisit tersebut.

“Kita masih menunggu perhitungan real. Tapi tidak jauhlah dari angka imRp 35 miliar sampai Rp 45 miliar, ” lanjutnya.

Baca juga: Pemkab Bangka Tengah Defisit Rp 76 Miliar

Joko juga mengungkapkan, pada APBD perubahan nantinya akan dipastikan rasionalisasi dan bahkan menunda kegiatan-kegiatan yang belum prioritas serta akan melakukan refocussing belanja perangkat daerah.

“Prioritas kita adalah menjaga ketahanan ekonomi dan sosial, jadi selain yang tidak terkait, kemungkinan besar akan kita rasionalisasi, ” ungkapnya.

Joko menegaskan, pemerintah akan kejar terus investasi untuk masuk ke Bangka Tengah agar dapat meningkatkan pendapatan terutama disektor pajak dan retribusi daerah.

“Kita kejar investasi dan mudah-mudahan dalam waktu dekat masuk. Kita juga kejar PAD potensi agar bisa menutupi. Kita juga tidak mungkin menaikan pajak karena kondisi saat ini, ” tegasnya.

Baca Juga:  Menakar Kualitas Pendidikan Sistim Online Saat Covid 19
Home
Hot
Redaksi
Cari
Ke Atas