
INTRIK.ID, BANGKA TENGAH – Menanggapi suara masyarakat yang merasa belum melihat perubahan signifikan di lapangan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Bangka Tengah, Fani Hendra Saputra, angkat bicara. Ia menegaskan bahwa dalam tujuh bulan masa jabatannya, sejumlah proyek besar yang sempat bertahun-tahun mangkrak kini berhasil dituntaskan.
Fani menyadari bahwa persepsi masyarakat beragam karena sebagian progres infrastruktur bersifat administratif dan sektoral yang dampaknya akan dirasakan secara jangka panjang.
Salah satu pencapaian yang paling disorot adalah rampungnya Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Bangka Tengah. “Kalau mau tahu, DPUTR sudah banyak mengerjakan hal strategis. RTRW yang mangkrak selama empat tahun akhirnya selesai di masa kami,” tegas Fani, Kamis (14/5/2026).
Selain RTRW, Fani merinci enam poin krusial lainnya yang telah dikerjakan:
Untuk mempercepat kerja lapangan, Fani mengusulkan pengadaan alat AMP (Asphalt Mixing Plant) Portable. Alat ini dinilai menjadi kunci solusi untuk perbaikan jalan aspal secara mandiri dan cepat oleh dinas.
“Jika memiliki alat itu, kita bisa menghemat anggaran hingga 27% atau sekitar Rp6 miliar. Dana penghematan ini nantinya bisa dialihkan untuk menambal jalan-jalan lain yang rusak,” jelasnya.
Fani meminta masyarakat memahami bahwa pembangunan infrastruktur memerlukan waktu dan dukungan finansial yang kuat. Ia menegaskan bahwa DPUTR tetap bekerja maksimal meski dengan keterbatasan alat saat ini.
”Perbaikan dampak banjir sedang kami lakukan bertahap. Tanpa anggaran dan alat yang memadai, kami tetap jalan tapi memang lambat. Ini proses, bukan sulap,” ujarnya lugas.
Ke depan, DPUTR akan segera memaparkan detail RTRW kepada publik untuk mulai diimplementasikan. Selain itu, normalisasi sungai akan terus digenjot guna menarik kucuran anggaran dari luar APBD Bangka Tengah demi mempercepat pemerataan infrastruktur di seluruh kecamatan.