
INTRIK.ID, BANGKA – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan Jauhari (40) setelah dikabarkan hilang lebih dari 12 jam di Sungai Limbung, Desa Menduk, Kabupaten Bangka.
Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, tersangkut pada jaring ikan tidak jauh dari lokasi kejadian awal.
Penemuan bermula saat Tim SAR Gabungan melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian menggunakan perahu nelayan. Saat tim melakukan pengecekan terhadap sisi-sisi sungai, tim mencurigai sebuah jaring ikan. Ketika jaring tersebut diangkat, terlihat tubuh korban tersangkut di dalamnya.
Saat pemeriksaan, terdapat luka gigitan yang diduga oleh buaya di sekitar pinggang korban.
Kepala Kantor SAR Pangkalpinang, Mikel Rachman Junika, membenarkan penemuan tersebut.
“Alhamdulillah, pada pagi hari ini korban yang sebelumnya dikabarkan diterkam buaya saat mencari ikan di Sungai Limbung berhasil kita temukan. Berkat kerja sama dengan unsur SAR Gabungan, korban berhasil ditemukan tersangkut di jaring,” ujar Mikel.
Setelah dievakuasi, jenazah Jauhari langsung dibawa menuju rumah duka di Desa Petaling untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Mikel juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh tim yang terlibat dalam proses pencarian korban.
“Terima kasih tentunya kami ucapkan kepada segenap unsur SAR Gabungan yang turut mendukung dan membantu dalam proses pencarian terhadap korban. Atas berhasil ditemukannya korban, maka operasi SAR diusulkan untuk ditutup, dan unsur SAR Gabungan dapat kembali ke kesatuan masing-masing,” tutupnya.
Sebelumnya, korban dikabarkan hilang saat memasang tajur di sepanjang sungai bersama empat orang rekannya sekitar pukul 18.40 WIB.
Tak lama kemudian, rekan-rekan korban mendengar suara teriakan yang disusul gemuruh air cukup besar dari arah sungai. Awalnya, suara tersebut diduga berasal dari hewan liar seperti monyet. Namun karena curiga, mereka mendatangi sumber suara tersebut.
Sesampainya di lokasi, korban tidak ditemukan. Rekan korban hanya mendapati senter milik Jauhari dalam kondisi masih menyala dan mengapung di pinggir sungai. Mengingat kawasan Sungai Limbung dikenal sebagai habitat buaya, korban diduga kuat diserang predator tersebut. Kejadian itu kemudian segera dilaporkan ke Kantor SAR Pangkalpinang.