Invasi Rusia ke Ukraina Berdampak ke Anak Kost Indonesia

    Wildha Fransisca Tambunan

    Penulis: Wildha Fransisca Tambunan

    Konflik antara Rusia dan Ukraina saat ini menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia dimana konflik Rusia dan Ukraina telah mengguncang politik, ekonomi, dan sistem pasar global.

    Ketegangan antara Rusia dan Ukraina sudah ada sejak tahun 90an, tapi semakin memanas pada awal 2014 ketika rakyat Ukraina berhasil menggulingkan presiden mereka yang pro-Rusia yaitu Victor Yakunovych dalam unjuk rasa ‘Revolusi martabat (Revolution of Dignity)’.

    Rusia menyerang Ukraina pada tahun 2014, saat itu kelompok separitis yang didukung oleh Presiden Putin berhasil merebut sebagian besar Ukraina Timur. Lebih dari 14.000 orang kehilangan nyawa dalam perang di Timur tersebut. Kekacauan terjadi dimana-mana akan tetapi akhrinya berhasil damai dengan diadakannya kesepakatan Minsk.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Situasi mulai tidak terkendali lagi pada awal 2021 karna Ukraina ingin bergabung dengan NATO hal ini membuat marah Rusia, dan mengrimkan 100.000 pasukan ke perbatasan Ukraina. Konflik semakin memanas ketika Putin mengakui deklarasi dua wilayah UkrainaTimur, Donestk dan Luhank pada 21 Februari 2022.

    Mungkin sebagian orang berfikir jika invansi Rusia Ukraina tidak akan berdampak apa-apa pada Indonesia, orang-orang mungkin berfikir jika jarak Indonesia ke Rusia dan Ukraina jauh, sehingga tidak akan berdampak untuk Indonesia. Padahal nyatanya invansi Rusia dan Ukraina akan berdampak besar pada pasokan gandum di Indonesia.

    Indonesia merupakan importer terbesar gandum di dunia, data dari UN Comtrade menunjukkan pada tahun 2020, Ukraina memasok sekitar 23,51 persen gandum Indonesia. Jika gandum menipis kemungkinan besar Indomie selera semua umat akan langka karena bahan pembuatan indomie adalah tepung terigu yang terbuat dari biji gandum.

    Dalam kondisi seperti ini tentunya akan berdampak besar bagi anak kost, karna indomie dan anak kost adalah dua hal yang tidak bisa di pisahkan karena indomie sendiri merupakan salah satu makanan yang lezat dan ramah dikantung anak kos. Tidak hanya indomie, diperkirakan roti juga akan naik harga dimana roti juga membutuhkan gandum sebagai bahan dasar pembuatannya.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    Dengan demikian diharapkan Indonesia segera mencari sumber gandum untuk membatasi kenaikan harga pangan, serta diharapkan invansi Rusia ke Ukraina segera berakhir.(*)

    Mungkin Suka Ini juga:
    BBM Naik Akibat Imbas Gejolak Global

    BBM Naik Akibat Imbas Gejolak Global

    Melampaui Emansipasi: Menakar Warisan Kartini dalam Fenomena Perempuan Pencari Nafkah Utama

    Melampaui Emansipasi: Menakar Warisan Kartini dalam Fenomena Perempuan Pencari Nafkah Utama

    Modus Operandi Penggelapan Pajak Daerah

    Modus Operandi Penggelapan Pajak Daerah

    Urgensi BKI: Lebih dari Sekadar Algoritma

    Urgensi BKI: Lebih dari Sekadar Algoritma

    Digitalisasi dan Jiwa: Pentingnya Pendampingan Perilaku dalam Transformasi

    Digitalisasi dan Jiwa: Pentingnya Pendampingan Perilaku dalam Transformasi

    Arsitektur Niat: Revitalisasi Bimbingan Pranikah untuk Menekan Angka Perceraian

    Arsitektur Niat: Revitalisasi Bimbingan Pranikah untuk Menekan Angka Perceraian