BBM Naik Akibat Imbas Gejolak Global

    Sapnah

    Oleh:

    Sapnah, S.Pd

    (Aktivis Dakwah Islam)

    Perang antara AS dan Israel melawan Iran mempengaruhi harga BBM di dunia termasuk di Indonesia. Karena Selat Hormuz yang merupakan jalur vital bagi 20% pasokan energi dunia ditutup Iran, hanya kapal-kapal tertentu yang diizinkan melintasinya. Pemerintah memutuskan untuk menaikkan BBM non subsidi, sementara yang bersubsidi tidak naik. Karena itu di beberapa daerah terjadi antrean panjang di SPBU-SPBU. Masyarakat rela menunggu berjam-jam untuk mendapatkan BBM sebelum naik menjadi lebih mahal.

    Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa menjamin sampai akhir tahun 2026 BBM bersubsidi tidak akan naik. Meski harga global mengalami kenaikan, APBN masih bisa menanggungnya dengan mengurangi anggaran yang lain. Penghematan itu dilakukan lewat pemberlakuan WFH (Work From Home) pada hari Jumat di pusat dan daerah, pembatasan penggunaan mobil dinas maksimal 50%, pengurangan perjalanan dinas dalam negeri hingga sebesar 50% dan luar negeri sampai 70%, anjuran WFH untuk swasta dan lain-lain. (bbc.com, 3/4/2026)

    Ibarat buah simalakama, menaikkan BBM pasti akan beresiko, tapi kendati tidak naik pun gejolak BBM tetap akan terjadi, hal ini nampak dari panjangnya antrean di SPBU di beberapa daerah seperti di Bandung, Surabaya, Sidoarjo, Makasar dan lain-lain. Masyarakat cemas karena perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah akan berakibat kenaikan BBM yang isunya akan naik pada tanggal 1 April. Selain itu BBM non subsidi sudah naik sejak Februari 2026. Sementara jika tidak dinaikkan akan ada defisit APBN yang besar, per 31 Maret pun sudah terjadi defisit sebesar 0,93% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Hal ini terjadi karena belanja negara lebih besar dari pendapatan 31,4% dibanding tahun lalu.

    Negeri ini mempunyai tambang minyak, tapi produksinya tidak mencukupi untuk konsumsi sendiri. Sejak tahun 2008 Indonesia keluar dari OPEC (Organization of The Petroleum Exporting Countries) atau negara-negara pengekspor minyak. Karena statusnya berubah menjadi net importer (impor minyak lebih besar dari ekspor) dan tidak mampu memenuhi syarat minimum produksi yang ditetapkan. Karena itu, negeri ini sangat tergantung pada pasokan BBM dari luar negeri dan itu menyebabkan harga fluktuatif mengikuti harga internasional.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook