BBM Naik Akibat Imbas Gejolak Global

    Sapnah

    Keadaan ini sangat ironis mengingat Indonesia memiliki ribuan sumur minyak. Pemerintah kurang berusaha dalam mewujudkan kemandirian energi. Akibatnya perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah, membuat gonjang-ganjing BBM di tengah masyarakat. Rakyat menjadi sulit mendapatkan bensin atau pun menjangkau harganya. Selain itu akan terjadi inflasi yang mempengaruhi biaya kebutuhan pokok lainnya. Warga menengah ke bawah selalu menjadi korban akibat abainya penguasa dalam mengelola urusan umat. Sementara jumlah mereka mayoritas, hanya segelintir saja yang tidak terpengaruh kenaikan BBM.

    Kenapa negara kita ini tidak bisa mandiri dalam hal masalah BBM saja karena negara kita (Indonesia) menganut sistem Kapitalisme – Sekuler yakni apa-apa harus ada keuntungan yang didapat dari situ dan yang mana aqidah dari peraturan ini ialah adanya pemisahan agama dalam kehidupan. Wajar setiap permasalahan yang terjadi tidak diatur dengan Islam. Yang ada menambah masalah dan membuat kita (masyarakat) menjadi pusing. Negara tidak mengurus urusan masyarakat nya dengan baik sesuai dengan syariat.

    Inilah kondisi negara yang tidak mandiri dari sektor ekonominya. Bahkan dalam komoditas strategis (BBM) pun bergantung pasokan negara lain. Sehingga kebijakan politiknya juga tidak bebas, selalu mengikuti negara kampium demokrasi kapitalisme (AS). Tak peduli rakyatnya mayoritas muslim yang saudara seakidahnya digenosida Israel dengan dukungan Amerika. Sistem hidup bernegara yang diterapkan Indonesia benar-benar menyengsarakan rakyat dan mematikan nurani.

    Berbeda dengan negara Khilafah yang dasarnya akidah Islam dan menerapkan hukum Allah. Kemandirian BBM akan terwujud dengan sendirinya karena penerapan sistem ekonomi yang sesuai al-Quran dan Sunah. Minyak termasuk salah satu barang milik umum. Keberadaannya melimpah di negeri-negeri muslim. Seandainya negara-negara bangsa ini bersatu di bawah naungan Khilafah, khalifah sebagai pemimpin akan mendistribusikannya ke seluruh wilayah secara merata dengan harga yang sangat murah atau bahkan gratis. Jika ada perusahaan asing yang mengelola kilang minyak di Indonesia misalnya, maka akan diambil alih karena haram harta milik bersama dikelola swasta. Pengelolanya wajib negara dan hasilnya untuk kepentingan seluruh warga. Dengan demikian kebutuhan BBM akan tertutupi oleh produksi dalam negeri sehingga tidak bergantung pada pasokan dari luar.

    Pages: 1 2 3
      Ikuti kami di Facebook