Hari Otonomi Daerah, Algafry: Belanja Pegawai Mendekati 30 Persen

    INTRIK.ID BANGKA TENGAH– Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah melaksanakan Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah (OTDA) ke-30 Tahun 2026 yang berlangsung khidmat di Halaman Kantor Bupati Bangka Tengah, Senin (27/04/2026).

    Dalam kesempatan tersebut, Algafry membacakan amanat tertulis dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Tito Karnavian, yang menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam mewujudkan visi nasional.

    Dalam amanatnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyampaikan bahwa peringatan Hari Otonomi Daerah tahun ini mengusung tema “Dengan Otonomi Daerah Kita Wujudkan Asta Cita”. Tema ini menjadi landasan bagi pemerintah daerah untuk memperkuat kolaborasi, responsivitas, dan akuntabilitas dalam tata kelola pemerintahan.

    Mendagri menekankan tiga prioritas utama bagi pemerintah daerah, yakni;

    Space Iklan/0853-1197-2121

    1. Penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Aparatur: melalui pelatihan dan sertifikasi kompetensi.

    2. Peningkatan Kapasitas Keuangan: melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), desain APBD berbasis kinerja, dan akses pembiayaan alternatif.

    3. Penguatan Kelembagaan dan Tata Kelola: melalui reformasi birokrasi, digitalisasi pelayanan publik, serta peningkatan transparansi.

    Ditemui usai upacara, Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menegaskan bahwa esensi dari otonomi daerah adalah perjuangan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Makna bagi kami bahwa otonomi daerah ini adalah bagian daripada perjuangan masyarakat. Bagaimana kita memperpendek rentang pelayanan kepada masyarakat yang dulunya di pusat, sekarang bisa kita lakukan di daerah. Ini adalah kemudahan-kemudahan yang bisa kita dapatkan,” ujar Algafry.

    Menanggapi isu tantangan fiskal dan wacana penyesuaian belanja daerah, Algafry menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bangka Tengah terus berupaya melakukan penataan yang bijaksana. Terkait target proporsi belanja pegawai yang mencapai 30%, Pemkab Bangka Tengah sedang melakukan koordinasi intensif dengan jajaran BPKAD.

    Meskipun diakui sebagai langkah yang tidak mudah, Bupati menegaskan komitmen pemerintahannya untuk tetap memprioritaskan kesejahteraan pegawai, termasuk tenaga PPPK Paruh Waktu.

    “Kami berupaya untuk bisa mendekati angka 30% tersebut, namun untuk mencapai itu memang tidak gampang. Kami sedang menguraikan dari APBD Bangka Tengah. Yang jelas, untuk tenaga PPPK Paruh Waktu, kami tetap berusaha agar teman-teman itu tetap dipertahankan,” tegasnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM

    PWI Bangka Tengah dan Bank Sumsel Babel Cabang Koba Perkuat Kolaborasi Dukung Pembangunan Daerah

    PWI Bangka Tengah dan Bank Sumsel Babel Cabang Koba Perkuat Kolaborasi Dukung Pembangunan Daerah