
Menurutnya untuk petani di Kecamatan Mendo Barat belum ada menggunakan Jarwo 2: 1, masih pakai sistem yang lama.
“Secara umum khusus petani di Kecamatan Mendo Barat belum ada menerapkan jarwo 2:1, untuk itu kita buat uji coba Demplot tanaman jagung manis sistem jarwo 2:1, seluas kurang lebih setengah hektar dan prediksi hasil jagung manis 3 ton,” jelasnya.
Guna menekan biaya pemupupukan, BPP Mendo Barat memanfaatkan permentasi Kohe sebagai hara tanaman jagung manis.
“Sebagai salah satu tempat inforamsi penerapan teknologi pertanian, pada tanaman jagung manis ini kita gunakan permentasi kotoran hewan untuk memenuhi nutrisi tanaman sampai tahap produksi. Disamping menekan biaya pemupukkan, permentasi kohe bisa meningkatkan kesuburan tanah,” tambah Zul Hamzah.
Sementara itu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Bangka Elius Gani usai menghadiri panen jagung, berharap BPP merupakan pusat informasi bagi petani.