Gara-gara Sungai Berok, Ikan Nelayan Gak Fresh

    INTRIK.ID, BANGKA TENGAH– Nelayan Kota Koba, Kabupaten Bangka Tengah keluhkan adanya pendangkalan sungai Berok sehingga menyulitkan untuk berlabuh usai melaut.

    Sungai ini merupakan jalur nelayan keluar masuk laut dimana Kelurahan Berok merupakan pionir Kampung Nelayan Merah Putih di Kota Koba ini.

    Hal itu memicu kerugian bagi nelayan yang pulang melaut yang membuat ikan tangkapan tidak segar lagi karena menunggu air pasang yang cukup lama untuk kembali berlabuh dan menjual hasil tangkapannya.

    Ed misalnya, nelayan Berok itu sering mengeluhkan hasil tangkapannya yang sudah tidak fresh karena pulang saat air sedang surut dan tidak bisa berlabuh.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Kamikan gak tentu pulangnya. Kalau dapat banyak ya langsung pulang. Tapi pas pulang kapal kandas karena air surut dan sungai berok ikut surut. Padahal dulu tidak begitu, ” ujarnya kepada intrik.id, Senin (27/10/2025) di Berok.

    Ia melanjutkan, jika sungai Berok dulunya adalah sungai yang dalam dan bahkan kapan besar bisa lewat dan berlabuh. Namun sekarang, sungai Berok sudah mengalami pendangkalan dan perlu di normalisasi.

    “Dulu kapal besar bisa lewat saat pasang atau surut tapi sekarang gak bisa. Ini yang membuat tangkapan kami biasanya tidak fresh lagi karena kalau mau berlabuh harus nunggu pasang, ” ungkapnya.

    Ia mengutarakan, pihaknya sudah menyampaikan langsung hal itu kepada Lurah, Bupati, Dinas Perikanan sampai dengan Anggota DPR RI.

    Space Iklan/0853-1197-2121

    “Sudah kami sampaikan kendala kami. Cuma memang ada proses. Alhamdulillah memang ada tanggapan positif. Jadi kami masih menunggu, ” tandasnya.

    Di sisi Lain, Wakil Bupati Bangka Tengah Efrianda mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan kementerian kelautan dan badan wilayah sungai untuk mengatasi masalah nelayan tersebut.

    “Kami sudah koordinasi untuk mengatasi pendangkalan ini. Katanya ada pengerukan nanti dari BWS (Badan Wilayah Sungai) namun teknis tanya ke PU (Dinas Pekerjaan Umum) kita ya, ” tuturnya.

    Mungkin Suka Ini juga:
    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Rapat Pertanggungjawaban APBD 2025 Hanya Dihadiri 18 Anggota DPRD Bangka Tengah

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Ironi Hari Anak Nasional, Bocah 6 Tahun di Sungaiselan Ditemukan Kurang Gizi dan Tinggal di Rumah Tanpa Listrik

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Jalan Kulur-Lubuk Besar Gelap Gulita, Warga Keluhkan Kecelakaan Kerap Terjadi

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Satu Orangtua Asuh Dampingi Satu Keluarga, Wabup Bangka Tengah Dorong Gerakan Bersama Cegah Stunting

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM

    Empat Hari Digelar, Lubuk Expo Vol. 2 Diharapkan Jadi Motor Penggerak UMKM

    PWI Bangka Tengah dan Bank Sumsel Babel Cabang Koba Perkuat Kolaborasi Dukung Pembangunan Daerah

    PWI Bangka Tengah dan Bank Sumsel Babel Cabang Koba Perkuat Kolaborasi Dukung Pembangunan Daerah