Demi Tembus Pasar Jawa Barat, UMKM Nanas Tua Tunu Kini Kejar PIRT dan NIB

    Caption: Iwan Bernadi.

    “Kami memfasilitasi UMKM untuk mengurus PIRT dan NIB karena sudah ada peluang pemasaran ke luar daerah. Pak Kalapas juga membantu membuka akses pemasaran dan mengawal offtaker produk olahan nanas warga,” ujar Iwan.

    Menurutnya, legalitas usaha menjadi pintu masuk penting bagi UMKM agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Tanpa dokumen tersebut, produk akan sulit masuk ke toko modern maupun jaringan distribusi yang lebih besar.

    Saat ini, warga Tua Tunu telah memproduksi berbagai olahan nanas seperti selai dan dodol nanas. Bahkan, pengembangan produk baru berupa mochi nanas juga tengah dipersiapkan.

    Untuk memperkuat kapasitas produksi, pemerintah kelurahan tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga mendorong pembentukan rumah produksi bersama serta pengadaan mesin produksi melalui sistem berbagi.

    Pages: 1 2 3 4
    Mungkin Suka Ini juga:
    APBD Pangkalpinang 2027 Defisit Rp30 Miliar, Ruang Fiskal Masih Terbatas

    APBD Pangkalpinang 2027 Defisit Rp30 Miliar, Ruang Fiskal Masih Terbatas

    Usia Pangkalpinang 269 Tahun, Saparudin Pasang Target: Pendidikan, Kesehatan, Kemiskinan dan Pengangguran Harus Terjawab

    Usia Pangkalpinang 269 Tahun, Saparudin Pasang Target: Pendidikan, Kesehatan, Kemiskinan dan Pengangguran Harus Terjawab

    Dambus Masuk Sekolah, Disdikbud Pangkalpinang Siapkan Pagelaran Seni untuk Pelajar

    Dambus Masuk Sekolah, Disdikbud Pangkalpinang Siapkan Pagelaran Seni untuk Pelajar

      Ikuti kami di Facebook