
“Waktu ke Singapura kami mendapat dukungan dari PT Timah. Ini yang kedua. Kalau saya menerima manfaatnya langsung, kita tahu bukti nyatanya bahwa PT Timah mendukung musik, seni, dan pendidikan,” ujar Alfris.
Ia berharap semakin banyak pihak memberi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan seni sekaligus memperkenalkan budaya Bangka Belitung.
Menurutnya, banyak anak memiliki potensi untuk bersaing di tingkat nasional maupun internasional, tetapi kesempatan tersebut tidak selalu mudah diraih karena persoalan biaya.
“Kami ingin membuka jaringan nasional dan internasional, karena banyak siswa yang punya potensi tetapi tidak semua orang mampu mendukung dari sisi pembiayaan,” katanya.
Kini, para siswa Cantabile bersiap membawa dambus dan musik Melayu Bangka ke Zhengzhou. Dari panggung daerah, mereka mencoba memperkenalkan satu bagian dari identitas Bangka Belitung kepada dunia. (*)
Sumber: PT Timah Tbk